• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Produksi Baterai Litium, Rupiah Berjaya Terhadap Dolar AS

by Redaksi Asiatoday
December 11, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Fokus Hilirisasi Industri Minerba dan CPO

Indonesian Morowali Industrial Park (IMIP) Morowali. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia optimistis mampu memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga di bawah level Rp10.000. Syaratnya, jika Indonesia mampu meningkatkan nilai tambah produk tambang dengan memproduksi baterai litium pada 2023.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini pemerintah telah mulai memproduksi katoda sebagai bahan baku baterai litium di Morowali, Sulawesi Tengah. Saat ini juga sedang dijajaki investasi baterai litium dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL).

Luhut menargetkan Indonesia sudah dapat memproduksi baterai litium pada 2023 yang akan mampu bersaing di pasar global. Terlebih lagi, Indonesia memiliki nikel sebagai bahan baku baterai yang dinilai cukup berkualitas dan dengan jumlah yang besar.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kita paling oke, apalagi kita sekarang sudah mulai mengembangkan industri nikel,” ujar Luhut dalam keterangannya diterima Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, ekspor produk penghiliran tambang akan lebih menguntungkan dan mampu menyelamatkan defisit neraca perdagangan daripada hanya mengekspor produk tambang mentah. Apalagi, yang dirugikan dari pelarangan ekspor produk tambang yang belum dimurnikan seperti nickel ore adalah negara tujuan ekspor, bukan Indonesia.

Sebanyak 98% ekspor bijih nikel Indonesia dikirim ke China. Adapun pelarangan ekspor justru mendatangkan investasi ke Indonesia.

“Industri yang masuk sekarang US$15 miliar sampai US$30 miliar. Sudah ada 12 yang masuk di empat titik akibat kebijakan pelarangan ekspor,” jelasnya.

Luhut menjelaskan untuk menunjang investasi baterai litium dan bahan baku katoda, Indonesia tengah menyediakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kayan dengan kapasitas 1.350 MW yang rencananya memulai groundbreaking pada Agustus 2020.

Pabrik baterai lithium tersebut diharapkan mampu memanfaatkan energi hijau agar sejalan dengan upaya Indonesia beralih dari energi fosil. Penggunaan bahan bakar fosil sebagai energi pembangkitan dinilai tidak tepat pada pabrik yang akan mendorong pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

“Di Eropa 2045 itu tidak ada mobil fosil, sudah elektrik. Kalau ini yang terjadi, kita harus speed up. Apa yang kita lakukan sekarang adalah untuk generasi selanjutnya. betapa strategisnya yang dilakukan Jokowi,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Hilirisasi TambangIMIP MorowaliIndustri BateraiLarangan Ekspor Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.