• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Punya Cadangan Gas Metana Melimpah, Cukup untuk 800 Tahun

by Redaksi Asiatoday
June 9, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Punya Cadangan Gas Metana Melimpah, Cukup untuk 800 Tahun

Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat. Selain panas bumi, Indonesia juga bisa memanfaatkan Gas Metana Hidrat untuk Energi Listrik di masa depan. Dok PLN

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif mengatakan pada penelitian tahun 2004 telah ditemukan cadangan gas metana hidrat di sejumlah perairan di Indonesia.

Volumenya mencapai 840 ribu kubik yang tersebar di wilayah lepas pantai Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa di sebelah barat daya dan Selat Makassar di Sulawesi.

“Pada penelitian tahun 2004 ditemukan ada cadangan gas metan hidran dengan volume 840 ribu kubik,” kata Arfin dalam Webinar Legal and Policy Framework For the Development of Offshore Methane Hydrate as the Indonesia’s Future Transitional Clean Energy, Jakarta, dikutip Rabu (8/6/2021).

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Dari cadangan yang telah ditemukan, Arifin menyebut 840 ribu kubik gas  metana hidrat ini setara dengan 8 kali lipat cadangan gas alam yang dimiliki Indonesia. Bila ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif baru, maka bisa mendukung ketahanan energi nasional dalam 800 tahun kedepan.

“Jumlah tersebut setara dengan 8 kali lipat cadangan gas alam saat ini. Sehingga kita berharap sumber energi alternatif baru ini bisa mendukung ketahanan energi nasional selama 800 tahun ke depan,” imbuhnya.

Menurut Arifin, bila dilakukan penelitian lebih lanjut, diperkirakan akan ada volume cadangan gas metan hidrat Indonesia mencapai 3.000 kubik. Melihat jumlahnya yang berlimpah dan bernilai ekonomi strategis, maka pengembangan gas metana hidrat ini bisa menjadi pilihan dalam menggunakan energi yang lebih bersih daripada minyak dan batubara.

“Pengembangan gas metan ini merupakan opsi yang lebih bersih dibandingkan minyak dan batubara,” jelasnya.

Arifin mengatakan, mengingat manfaatnya yang besar terutama untuk kebutuhan energi nasional, gas metan hidrat ini bisa menjadi energi non konvensional yang bisa disubtitusi dengan pemanfaatan gas alam konvensional.

Sehingga dia berharap dalam forum ini dapat dibahas sejumlah isu strategi, antara lain opsi pemanfaatan gas metan hidrat sebagai salah satu bentuk energi non konvensional dalam arah kebijakan pengelolaan migas.

Potensi gas metan hidran di wilayah perairan indonesia baik secara base practise baik dari aspek teknis. Merumuskan regulasi dan kebijakan yang berpatokan pada efisiensi dan investasi yang efektif. Termasuk juga pembahasan kerja sama dalam rangka transisi energi antar pemangku kepentingan.

“Melihat urgensi pemanfaatan gas metan hidrat kita juga perlu memperkuat kerja sama proses transisi energi yang betul-betul kami harapkan dukungannya,” tandasnya. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.