• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Segera Garap Gas Lepas Pantai Lhokseumawe

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Segera Garap Gas Lepas Pantai Lhokseumawe

Blok Migas di Aceh. Foto : BPMA

ASIATODAY.ID, BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan Pemerintah Indonesia melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral telah menyetujui rencana pengembangan pertama (Plan of Development (POD) I) Lapangan Gas Peusangan B di lepas pantai Lhokseumawe yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Zaratex N.V.

“Ini adalah persetujuan pengembangan lapangan migas pertama setelah keluarnya PP 23/ 2015 tentang pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh, dan terbentuknya BPMA,” kata Plt. Kepala BPMA Azhari Idris di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Senin (14/10/2019).

Lapangan Gas tersebut berjarak sekitar 7 kilometer lepas Pantai Lhokseumawe dan ditargetkan akan memulai produksi pertama pada awal tahun 2023.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Pengembangan lapangan gas tersebut akan berproduksi selama 13 tahun dengan kondisi cadangan gas sekarang pada lapangan Peusangan B,” jelasnya.

Ia mengatakan untuk mengoptimalkan rencana tersebut maka akan dilakukan serangkaian kegiatan persiapan termasuk penyelesaian kajian AMDAL dan persiapan engineering design dan persiapan lainnya guna mendukung pembangunan anjungan lepas pantai dan pemasangan pipa gas bawah laut sepanjang 7 kilometer dan pembangunan fasilitas separator gas di darat dilengkapi dengan CO2 removal dan gas dryer.

Menurut dia, KKKS Zaratex juga akan melakukan kegiatan eksplorasi lanjutan dengan melakukan pengeboran tambahan minimal dua sumur guna memastikan usia produksi gas bisa lebih lama dan volume produksi juga bisa bertambah.

Ia menyebutkan setidaknya dari lapangan gas tersebut, tahap awal diperkirakan akan berproduksi sebesar 14,5 MMSCFD dan produksi puncak sebesar 19,4 MMSCFD selama masa produksi 13 tahun.

Dari produksi tersebut negara diperkirakan akan mendapatkan pendapatan sebesar USD 156.557.974 pada harga gas USD 6,5/MMBTU (flat) dan asumsi rata-rata harga kondensat sebesar USD 65/BBL.

Pengembangan lapangan gas tersebut juga akan mendukung program pemerintah dalam rangka penyediaan gas bumi antara lain untuk rumah tangga (city gas), bahan bakar gas untuk transportasi jalan, dan kebutuhan lainnya seperti untuk industri.

Sesuai Undang-Undang bahwa Pemerintah Aceh akan mendapatkan Participating Interest minimal sebesar sepuluh persen melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

BPMA menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara yang telah memberikan dukungan yang sangat baik selama ini sehingga kegiatan eksplorasi telah berjalan dengan sukses guna menemukan cadangan gas yang cukup bagus untuk dikembangkan.

Ia menambahkan dalam pengembangan lapangan gas tersebut akan dilakukan serangkaian kegiatan yang akan melibatkan tenaga kerja baik selama masa konstruksi maupun pada tahap produksi nantinya.

“Kami juga mengharapkan dukungan penuh dari semua komponen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha agar dapat secara bersama-sama mendukung kegiatan konstruksi fasilitas produksi gas di lepas pantai Lhokseumawe dan di darat berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini tentunya memberikan dampak ekonomi yang positif dalam mendukung pembangunan daerah dan memberikan kesempatan kerja,” demikian Azhari. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AcehIndustri Gas BumiIndustri Migas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.