• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Serahkan Naskah Akademik Fisheries Refugia di Perairan Asia Tenggara

Perairan regional di Asia Tenggara merupakan pusat global keanekaragaman hayati

by Redaksi Asiatoday
November 10, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Konservasi Laut Jadi Agenda Utama di Forum Konferensi SGDs

Potensi Perikanan Laut Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia telah memfinalkan penyusunan kajian ilmiah berupa Naskah Akademik Fisheries Refugia sebagai upaya pengembangan refugia perikanan.

Fisheries refugia merupakan salah satu upaya KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab melalui program prioritas penangkapan ikan terukur, dengan menekankan keseimbangan ekologi dan sosial ekonomi untuk keberlanjutan sumber daya ikan.

Penyerahan naskah akademiknya dilakukan pada pembukaan 7th Regional Scientific & Technical Committee Meeting (RSTC) Meeting yang berjudul “Establishment and Operation of a Regional System of Fisheries Refugia in the South China Sea and the Gulf of Thailand (Fisheries Refugia)”, Selasa (8/11/2022), di Jakarta.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Proyek ini berada dalam kerangka kerja sama Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) dengan pembiayaan United Nations Environment Program (UNEP) dan Global Environment Facility (GEF).

Pada kesempatan tersebut dibahas naskah akademik oleh masing-masing negara anggota, yaitu Indonesia, Filipina, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Naskah akademik disusun melalui kajian rekomendasi untuk review rencana pengelolaan perikanan di WPP 711, terdiri dari Naskah Akdemik Udang Penaeid di Kalimantan Barat dan Naskah Akademik Refugia Perikanan Cumi-Cumi (Uroteuthis chinensis) di Perairan Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Naskah Akademik tersebut disusun untuk menyediakan informasi ilmiah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana pengelolaan perikanan khususnya udang di Perairan Kalimantan Barat dan cumi-cumi di Perairan Bangka Belitung.

“Perairan regional di Asia Tenggara merupakan pusat global keanekaragaman hayati perairan dangkal, mendukung ketahanan pangan dan menyediakan sumber pendapatan bagi Negara-negara Asia Tenggara. Perikanan regional penting dalam konteks ketahanan pangan dan gizi di sebagian besar negara yang berbatasan dengan Laut China Selatan dan Teluk Thailand, termasuk Indonesia. Karena itu, kami di KKP berantusias untuk menjadi bagian dari proyek refugia perikanan untuk membangun ketahanan perikanan Asia Tenggara, guna membangun pemahaman di antara para pemangku kepentingan tentang keterkaitan ekosistem dan perikanan, juga terlibat dalam dialog yang bermakna antara negara-negara peserta,” ujar Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta di 7th RSTC Meeting, dikutip Kamis (10/11/2022).

Menurutnya, refugia perikanan mendukung pelaksanaan strategi ekonomi Biru KKP, yaitu penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota berdasarkan zonasi. Konsep refugia perikanan dengan penetapan batas wilayah penangkapan ikan berdasarkan kondisi status stok ikan dan habitat perikanan kritis dapat dibangun di atas implementasi yang efektif dari kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota di Indonesia.

“Kegiatan proyek akan selesai pada Desember 2022, dan tentunya banyak pencapaian positif yang telah diraih. Semua negara peserta akan berkomitmen untuk menyelesaikan semua target output semaksimal mungkin sesuai dengan tujuan dan sasaran proyek. Sedangkan untuk Indonesia, hasil dari proyek ini akan diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis dan Pemerintah Daerah sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan perikanan refugia untuk mendukung keberlanjutan perikanan di Indonesia,” tuturnya.

Sebagai informasi, pertemuan regional RSTC merupakan forum untuk menyampaikan perkembangan implementasi capaian kegiatan fisheries refugia yang dihadiri oleh para scientific dan technical focal point serta tim teknis yang melaksanakan kegiatan fisheries refugia di masing-masing negara peserta forum.

Pada tahun ini Indonesia bertindak sebagai Vice Chair (Wakil Ketua) yang memimpin pertemuan bersama dengan Ketua (Chair) terpilih yaitu Malaysia.

Proyek fisheries refugia diinisiasi oleh SEAFDEC, sebuah organisasi regional bidang perikanan yang beranggotakan semua negara ASEAN dan Jepang. Proyek ini salah satunya berfokus pada peningkatan kapasitas dan pengembangan SDM di bidang perikanan, dengan dukungan pembiayaan dari UNEP dan GEF.

Sejak 2019 Indonesia menjadi salah satu negara yang terpilih untuk menjadi pilot project fisheries refugia bersama lima negara ASEAN lainnya, yaitu Kamboja, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Pengembangan fisheries refugia di Indonesia sejalan dengan kebijakan penangkapan ikan terukur yang telah ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Menurut Menteri Trenggono, Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk memulihkan kesehatan laut dan mempercepat ekonomi laut yang berkelanjutan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Fisheries RefugiaPerikanan BerkelanjutanSave OceanThe Southeast Asian Fisheries Development Center
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.