• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Siaga Tinggi, Waspadai Ancaman dari Konflik AS-China di LCS

by Redaksi Asiatoday
June 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Soal Natuna, Indonesia tidak akan Kompromi dengan China

Latihan rutin TNI Angkatan Udara Amankan teritorial Indonesia di Natuna. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia terus memantau ketegangan yang melibatkan dua kekuatan besar, antara Amerika Serikat dan China.

Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Muda (Marsda) Tri Bowo Budi Santoso, mengatakan, saat ini telah terjadi peningkatan eskalasi di Laut China Selatan (LCS) akibat konflik yang kian menajam antara kedua negeri tu. Dia mengatakan Indonesia harus siap menghadapi berbagai ancaman.

“Kita sangat tahu bahwasanya di Laut China Selatan (LCS) saat ini sedang terjadi peningkatan eskalasi. Saya sudah briefing kepada seluruh jajaran LANUD, khususnya di wilayah Koopsau 1 buat pedomannya untuk masalah safety dan security jangan menyederhanakan masalah. Kalau suatu saat terjadi beneran pertempuran, kita harus sudah lebih siap,” ujar Marsda Tri Bowo Budi kepada wartawan di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Menurut Marsda Tri, Indonesia punya kemungkinan terdampak konflik tersebut. Dia pun telah memerintahkan LANUD terdekat selalu memantau perkembangan konflik.

“Saya sampaikan Komandan Lanud Natuna, Lanud Batam, Tanjung Pinang, Medan, Banda Aceh itu jadi bagian penting termasuk Pontianak. Paling tidak kalau terjadi konflik memuncak, pesawat-pesawat mereka kalau emergency pasti cari the nearest airfield. Pasti kira-kira landing-nya di tempat. Oleh karena itu, personel kita investigasi, kemudian kesiapan radar dalam memantau itu juga harus kita sinergiskan. Kemarin saya sudah perintahkan komandan lanud harus terus koordinasi dengan jajaran Kohanudnas,” tegasnya.

Untuk menghadapi peningkatan eskalasi, semua prajurit TNI AU diimbau terus melaksanakan pelatihan penerbangan rutin serta mengencangkan koordinasi antarpihak.

“Lalu latihan-latihannya juga saya perintahkan untuk terus dilaksanakan, baik terbang siang maupun terbang malam,” ujarnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China SelatanTNITNI AU
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.