• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Siap Gebrak Pasar Kawasan Teluk dan Timur Tengah

by Redaksi Asiatoday
February 23, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Emirates Jamin Kenyamanan Pelanggan dengan Singgah Lebih Lama di Dubai

Dubai Connect. Special

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia siap menggebrak pasar nontradisional di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

Upaya ini dilakukan salah satunya melalui keikutsertaan Indonesia pada pameran Gulfood 2021 di Dubai World Trade Centre, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada 21—25 Februari 2021.

Gelaran ini merupakan salah satu ajang promosi produk (mamin) Indonesia dengan memanfaatkan kemeriahan rencana Expo 2020 Dubai.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kasan mengatakan, pasar mamin Indonesia di kawasan Teluk dan Timur Tengah berpotensi terus meningkat. Hal ini terlihat pada
peningkatan nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke UEA pada 2020.

“Uni Emirat Arab adalah hub bagi Kawasan Teluk dan Timur Tengah. Sebagai pasar potensial, nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke UEA pada 2020 tercatat sebesar USD 89,42 juta, atau meningkat 27,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kasan di Dubai pada Senin (21/2).

Gulfood merupakan pameran tahunan bergengsi dan bertaraf internasional terbesar di UEA. Pada 2020, pameran ini diikuti lima ribu peserta dari 120 negara dan dikunjungi 92.902 pengunjung/buyer dari 186 negara. Sekitar 59 persen pengunjung berasal dari Amerika dan Asia, sementara sisanya adalah pengunjung lokal.

Pada gelaran tahun ini, sebanyak 15 perusahaan Indonesia turut berpartisipasi.

“Meskipan pandemi belum sepenuhnya berakhir, Kemendag ingin memanfaatkan momen awal tahun dan menjelang gelaran Expo 2020 Dubai untuk menggebrak pasar produk mamin unggulan Indonesia yang dapat berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor di Kawasan Teluk dan Timur
Tengah,” terang Kasan.

Mengusung tema “Trade with Indonesia” Paviliun Indonesia menempati Zona World Food Hall Syeikh Rashid. Paviliun Indonesia merupakan hasil kerja sama Ditjen PEN dengan Indonesian Trade
Promotion Center (ITPC) Dubai dan Konsulat Jenderal RI di Dubai.

Dari 15 perusahaan Indonesia yang berpartisipasi pada pameran ini, Pavilun Indonesia menampilkan 10 perusahaan yang difasilitasi Kemendag. Perusahaan tersebut yakni PT Monde Mahkota Biskuit (biscuit dan wafer), Cahaya Kencana (makanan ringan), PT Niramas Utama (olahan nata de coco), PT Sinar Sosro (teh olahan), Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (kopi), CV Mahorahora Bumi Nusantara (rempah-rempah), Regal Springs (produk perikanan), PT United Family Food (permen), Maher Indonesia Group (minyak kelapa dan gula kelapa), Fruta
Agonas (buah segar).

Selain itu, ada 2 perusahaan mengikuti pameran secara mandiri di Paviliun Indonesia, yaitu PT Nison Indonesia (makanan kaleng) dan PT AK Goldenesia (kelapa sawit).

Sedangkan 3 perusahaan lainnya, berada di Zona Fats and Oils Hall Za’abeel. Perusahaan tersebut yaitu PT ICC Indonesia, PT Multi Commodity Indonesia, dan PT Sri Makmur Abadi.

“Melalui promosi dagang ini, diharapkan dapat menggaungkan partisipasi Indonesia pada Expo 2020 Dubai sehingga berperan maksimal dalam menjangkau negara-negara di k awasan Teluk dan Timur Tengah,” pungkas Kasan.

Dalam lima tahun terakhir (2016—2020), tren ekspor makanan olahan Indonesia ke UEA tumbuh sebesar 6,23 persen. Ekspor komoditas tersebut pada 2020 mencapai USD 89,42 juta. Lima produk
makanan olahan yang diekspor ke UEA dengan nilai tertinggi selama periode tersebut adalah kakao, ekstrak kopi, rempah, minyak sayur, dan kembang gula.

Sementara pada 2020, ekspor nonmigas Indonesia ke UEA mencapai USD 1,23 miliar. Lima produk ekspor Indonesia ke UEA dengan nilai tertinggi pada periode tersebut, yaitu kelapa sawit dan turunannya, perhiasan, kendaraan, baja, serta telepon genggam. (ATN)

Tags: Dubai Expo 2020Ekspor IndonesiaKerjasama Indonesia-Uni Emirates Arab
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.