• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Siap Perluas Pasar Rempah-rempah ke India

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Biodiversity Melimpah, Indonesia Peluang Punya Industri Obat Herbal Terstandar

Rempah Indonesia. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rempah-rempah terbaik di dunia berupaya meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui perdagangan internasional, salah satunya dengan India yang merupakan negara tujuan utama ketiga ekspor rempah-rempah Indonesia.

India juga telah menjadi mitra strategis perdagangan Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi pada seminar web (webinar) “Amazing Spices: Accolade To The India-Indonesia’s Adamant Cohesiveness In Exotic Spices” yang digelar pada Rabu (27/10).

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pada Trade Expo Indonesia-Digital Edition 2021 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober—4 November 2021 (interaktif daring) dan hingga 20 Desember 2021 (showcase).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Hadir pada webinar ini, Konsul Jenderal Republik Indonesia Mumbai India, Agus P Saptono;Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu;serta Direktur Regional, Otoritas Keamanan, dan Standar Makanan India (FSSAI), Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India,Pritee Chaudhary.

“Diharapkan bisnis dan perdagangan antara Indonesia dan India dapat terus meningkat, memberi lebih banyak kemakmuran kepada masyarakat kedua negara. Diharapkan juga, kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar rempah-rempah di kedua negara,” ujar Didi.

Didi menyampaikan, Indonesia memiliki rempah-rempah yang melimpah. Ekspor rempah-rempah Indonesia pada Januari—Agustus 2021 tercatat sebesar USD 499,1 juta, meningkat 12,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Produk ekspor utama Indonesia untuk rempah-rempah adalah pala, cengkeh, lada putih, kayu manis dan kapulaga. Sebagian besar rempah-rempah Indonesia diekspor ke Amerika Serikat, China, India, Vietnam, dan Belanda,”jelas Didi.

India, lanjut Didi, merupakan negara tujuan utama ketiga ekspor rempah-rempah Indonesia. Pada Januari—Agustus 2021, ekspor rempah-rempah Indonesia ke India sebesar USD 74,53 Juta atau naik51,22 persendibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk utama rempah-rempah ke India adalah pala dengan nilai USD 23,82 juta dan pangsa 32,96 persen;cengkih (USD22,6 juta; pangsa 30,44 persen), lada (USD 8,6 Juta; pangsa 11,56 persen), lada hitam(USD 4,18 Juta; pangsa 5,6 persen), dan kunyit (USD 3,5 Juta; pangsa 4,7 persen).

Sementara Konjen Agus menyampaikan komoditas rempah-rempah dan produk rempah-rempah yang menjadi andalan utama perdagangan kedua negara sejak berabad lalu. Rempah-rempah juga memiliki peran yang signifikan dalam sejarah hubungan masyarakat kedua negara.

“Permintaan rempah Indonesia dari pasar India sangat meningkat pesat meski di masa pandemi. India dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 miliar merupakan bangsa yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung rempah dalam kesehariannya. Artinya, India merupakan pasar bagi rempah dan produk olahan rempah Indonesia yang luar biasa besarnya,”jelas Agus.

Peluncuran Program Spice Up The World

Didi menambahkan, momentum ini sejalan dengan program Indonesia Spice Up the World yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

“Kementerian Perdagangan mendunkung sepenuhnya Program Indonesia Spice Up the World menargetkan peningkatan ekspor rempah dan bumbu menjadi sebesar USD 2 miliar pada 2024, atau naik 25 persen per tahun,”jelas Didi.

Kemendag juga mendung kampanye tersebut melalui peluncuran Indonesia Spice Up the World.

“Program Indonesia Spice Up the World akan diluncurkan Presiden Republik IndonesiaJoko Widodo pada acara Indonesian National Day di Expo 2020 Dubai, pada 4 November 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab,” terang Didi.

Selain itu, lanjut Didi, rempah dan bumbu Indonesia juga akan dipamerkan di The 2nd Pacific Exposition 2021, Food Africa 2021, Trade Expo Indonesia Digital kali ini dan yang akan datang.

Sementara Odo mengungkapkan, “Indonesia Spice Up the World” merupakan program untuk meningkatkan akses pasar produk rempah-rempah ke pasar tradisional seperti India dan pasar nontradisional seperti kawasan Afrika.

“Program ini akan melibatkan instansi pemerintah, swasta, dan kalangan akademis. Program ini tidak hanya mempromosikan rempah-rempah Indonesia tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan. Di antaranya dengan memperkuat komunitas lokal seperti petani,”imbuh Odo.

Pritee Chaudhary menambahkan, rempah-rempah merupakan komoditas penting untuk kedua negara.

“India telah berinvestasi di Indonesia, dan ada banyak hal yang dikerja samakan termasuk rempah-rempah. Kita menantikan kerja sama bilateral yang lebih baik di masa mendatang,”tandasnya. (ATN)

Tags: Asia TradeJalur RempahKerjasama Indonesia - IndiaRempah Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.