• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Suarakan Perlindungan ABK di Forum Samudera Hindia

by Redaksi Asiatoday
July 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Suarakan Perlindungan ABK di Forum Samudera Hindia

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang juga Senior Official Indonesia untuk IORA, Desra Percaya. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Isu kelautan dan kemaritiman menjadi fokus utama Indonesia terkait kerja sama regional di kawasan Samudera Hindia (IORA). Salah satu yang spesifik menjadi perhatian adalah perlindungan anak buah kapal (ABK).

Konsistensi Indonesia dalam mendorong isu kelautan dan kemaritiman ditandai dengan kehadiran dan partisipasinya pada pertemuan the Tenth IORA Bi-Annual Meeting of the Committee of Senior Officials (CSO) yang diselenggarakan secara online selama tiga hari berturut-turut pada 29 Juni-1 Juli 2020.

“Saat ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi seluruh negara untuk merealisasikan kerja sama yang konkret dalam mendorong sektor kelautan sebagai penggerak pemulihan ekonomi pasca pandemi,” jelas Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang juga Senior Official Indonesia untuk IORA, Desra Percaya, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima, Kamis (2/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Untuk itu, Indonesia telah menyusun Rencana Kerja yang bersifat action oriented bagi IORA yang antara lain terfokus pada pemulihan kesejahteraan nelayan, perlindungan terhadap ABK di kapal ikan, serta revitalisasi pariwisata bahari,” tegas Desra.

Indonesia selaku Lead Coodinator untuk area kerja sama prioritas Pengelolaan Perikanan menyerukan kepada seluruh Negara Anggota dan Mitra Wicara IORA untuk terus bekerja sama secara kolektif dalam menghadapi pandemi covid-19 melalui penguatan kerja sama ekonomi, fasilitasi perdagangan dan investasi pada sektor perikanan.

Sebelumnya, Indonesia telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan the 1st Meeting of IORA Cluster Group on Fisheries Management (CGFM) yang juga dilaksanakan secara online pada 23 Juni 2020.

Kelompok kerja ini diketuai oleh Indonesia dan akan bertugas untuk mendiskusikan, menyusun, dan memastikan implementasi program konret IORA terkait isu perikanan secara menyeluruh di Samudera Hindia. Segenap anggota IORA menyampaikan apresiasi dan siap mendukung kepemimpinan Indonesia dalam memajukan sektor ini di kawasan.

Sejak Jakarta Concord dan IORA Action Plan 2017-2021 disepakati, isu pemajuan kerja sama perikanan dan kelautan memang menjadi prioritas dan kepentingan Indonesia di kawasan Samudera Hindia.

Desra Percaya juga menambahkan bahwa Indonesia terus mendorong peran sentral IORA di kawasan dalam visi Indo-Pasifik sebagai ‘new sustainable economic growth’ yang netral dan dapat memberikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam waktu dekat Indonesia juga akan menandatangani MoU terkait Pemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan MoU Search and Rescue di kawasan Samudera Hindia.

IORA merupakan satu-satunya organisasi intra-kawasan di Samudera Hindia yang berdiri pada 1997 di Mauritius, yang beranggotakan: Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Sri Lanka, Somalia, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman, serta 10 negara Mitra Wicara, yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Mesir, Prancis, China, dan Turki.

Di bidang perdagangan, IORA memiliki peranan sentral, salah satunya, sebagai upaya alternatif penetrasi produk Indonesia ke pasar non-tradisional. Kontribusi volume perdagangan antar negara IORA mencapai 96 persen dan dipengaruhi oleh enam negara utama, yaitu Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Australia dan Afrika Selatan. (AT Network)

Tags: ABK IndonesiaIORAKemenlu RIPerbudakanTenth IORA Bi-Annual Meeting of the Committee of Senior Officials
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.