• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Waspada Dampak Tapering AS, Eropa hingga Evergrande China

by Redaksi Asiatoday
October 25, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pandemi Global Virus Corona Picu Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus mewaspadai dampak dari dinamika global seperti isu tapering di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, serta risiko gagal bayar Evergrande China. Pasalnya, hal tersebut berpotensi meningkatkan biaya impor atau producer price.

“Kita harus mewaspadai meningkatnya produser price yang sekarang ini sudah dialami oleh berbagai produser terutama di sektor manufaktur, tentu ini bisa berpotensi kepada inflasi di Indonesia, meskipun sampai hari ini inflasi sangat baik,” jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam APBN Kita Edisi Oktober 2021, Senin (25/10/2021).

Menurut Sri, isu-isu dinamika global yang ada di negara-negara yang memiliki kemampuan untuk menciptakan kelebihan (spillover) seperti di Amerika serikat, Eropa dan China tetap menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, sehingga harus tetap diwaspadai.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

“Karena mereka mampu menimbulkan Spillover atau rambatan kepada perekonomian dunia termasuk ke Indonesia. Di Amerika kemungkinan terjadinya tapering atau kenaikan suku bunga dari The Fed dan limit yang ditunda sampai Desember tapi tidak berarti mereka telah terjadi kesepakatan politik,” katanya.

“Di Eropa misalnya, jika terjadi kenaikan inflasi dan harga energi, mereka mungkin juga melakukan tapering seperti Amerika Serikat. Sehingga dampak dari Brexit yang menimbulkan disrupsi di sisi supply akan berdampak pada inflasi negara tersebut dan global,” jelasnya.

“Kemudian, di China kasus gagal bayar Evergrande meskipun kemarin sudah bisa membayar cicilan utang atau bunganya,” imbuhnya.

Meski begitu kata Sri, ini belum selesai dan tentu berpotensi perlambatan perekonomian di China yang pasti memberikan dampak terhadap berbagai perekonomian dunia dari mulai harga komoditas hingga pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan.

“Berbagai fenomena kenaikan harga komoditas, kelangkaan input atau terjadinya disrupsi yang menekan kemudian kenaikan upah dan biaya shipping ini menjadi sesuatu yang pasti mempengaruhi juga ekonomi Indonesia,” tandasnya. (ATN)

Tags: EvergrandeKrisis EkonomiTapering
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.