• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Kereta Api Terbesar di Asia Siap Beroperasi di Banyuwangi

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Industri Kereta Api Terbesar di Asia Siap Beroperasi di Banyuwangi

Workshop PT INKA. dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Steadler INKA Indonesia (SII) tengah membangun industri Kereta terbesar di Asia yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur. Rencananya, industri tersebut akan mulai beroperasi tahun ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, keberadaan pabrik kereta api tersebut akan membuka lapangan kerja serta dapat menggerakkan ekonomi lokal dan nasional setelah dampak pandemi Covid-19.

“Ini akan membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal dan mempercepat pemulihan ekonomi warga Banyuwangi,” kata Azwar saat berkunjung ke lokasi pabrik kereta api di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Selasa, (4/8/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Industri kereta api itu dikembangkan PT SII (Stadler INKA Indonesia) yang merupakan perusahaan kongsi antara BUMN PT INKA dan perusahaan kereta api dunia Stadler Rail Group dari Swiss.

Pabrik di Banyuwangi akan menjadi pabrik kereta terbesar di Asia Tenggara, dengan investasi mencapai Rp1,6 triliun dan fokusnya menggarap pesanan ekspor kereta ke Asia, Australia, dan Afrika.

“Industri kereta api ini kembali berjalan terus setelah sempat tertunda karena pandemi. Dari penjelasan manajemen PT INKA, pembangunan fisik tuntas Oktober 2020, dilanjutkan instalasi mesin, uji operasi, commissioning, ditargetkan beroperasi tahun depan,” ujarnya dikutip antara.

Menurut Azwar Anas, penciptaan lapangan kerja baru sangat diperlukan sebagai upaya pemulihan ekonomi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

“Bersama sektor pertanian, pariwisata, perikanan, UMKM, dan sebagainya, kehadiran industri kereta api ikut mendorong pemulihan ekonomi, dan bahkan bukan hanya ekonomi lokal, tetapi juga nasional berkaitan dengan daya saing ekspor industri manufaktur Indonesia,” imbuhnya.

Keberadaan industri kereta itu, diharapkan banyak menyerap tenaga kerja di Banyuwangi terlebih di Banyuwangi sudah ada sejumlah SMK dan Politeknik yang memiliki jurusan yang cukup relevan dengan kebutuhan perkeretaapian.

Bupati Anas juga mengingatkan seluruh proses pengembangan industri kereta api menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

“Harus produktif dan aman dari COVID-19,” ujar dia.

Di industri kereta api itu juga akan dibangun museum perkeretaapian sebagai destinasi wisata baru.

“Kami ingin INKA tidak hanya sekadar industri, tapi juga membawa kekayaan peradaban dan kebudayaan daerah. Adanya museum akan menjadi destinasi wisata teknologi dan edukasi. Semuanya masih dalam proses,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT INKA I Gede Agus Prayatna mengemukakan bahwa saat ini progres pembangunan workshop pabrik kereta api Banyuwangi mencapai 93 persen. Akibat pandemi, target awal yang harusnya rampung pada Agustus 2020, kini mundur hingga Oktober 2020.

“Proses pembangunan memang sempat terhenti selama tiga bulan akibat pandemi, makanya target kami juga mundur. Selain itu suplai beberapa komponen dari Jakarta dan Surabaya juga terhenti karena pandemi,” kata Gede.

Ia menambahkan untuk gedung-gedung pendukung dan fasilitas lainnya seperti instalasi listrik dan air compressor serta pemenuhan mesin mesin produksi ditarget rampung pada 2021.

“Kami targetkan pabrik mulai produksi tahun depan (tahun 2021). Kami mulai menyerap lapangan kerja secara masif pada tahun depan, saat beroperasi. Jika kemudian pesanan ekspor terus berdatangan, tentu jumlah tenaga kerja yang terserap semakin banyak,” imbuhnya. (ATN)

Tags: BanyuwangiIndustri KeretaPT INKA
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.