• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Mobil Listrik Ancam Bisnis Pertamina di Masa Depan

by Redaksi Asiatoday
January 20, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Makin Mantap Sambut Era Industri Kendaraan Listrik Dunia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengecek infrastruktur mobil listrik di Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rencana besar Indonesia menjadi basis industri mobil listrik global layaknya paradoks. Disatu sisi menjadi peluang, namun pada sisi lain menjadi ancaman bagi bisnis PT Pertamina (Persero).

Demikian diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, saat rapat bersama dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (20/1/2021).

Inti bisnis Pertamina selama ini bergerak di sektor minyak dan gas bumi, sedangkan di tingkat ritel, Pertamina menjual bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan konvensional. Dengan hadirnya industri mobil listrik, maka permintaan BBM Pertamina akan terdampak.

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Menurut Erick, SPBU di masa mendatang tidak akan seramai lagi seperti sekarang.

“SPBU 20 tahun yang akan datang, ketika semua memakai mobil listrik yang harganya jauh lebih murah, tentu banyak yang charging di rumah, tidak lagi di pom bensin. 80 persen konsumen akan melakukan itu. Mau tidak mau SPBU akan terdampak,” jelas Erick.

Erick memandang, situasi ini harus mulai diantisipasi. Perlu strategi jangka panjang agar BUMN tetap hidup di era disrupsi ini, aalah satunya dengan melibatkan Pertamina dalam pengembangan mobil listrik.

Sejauh ini, Pertamina bersama tiga BUMN lain yakni MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT PLN telah membentuk konsorsium untuk membangun hilirisasi nikel menjadi baterai. Konsorsium tersebut bersama mitra dari luar negeri membentuk holding PT Indonesia Battery.

Sebelumnya Direktur Pemasaran Retail Pertamina yang saat ini menjabat sebagai CEO PT Pertamina Patra Niaga Mas’ud Khamid mengungkapkan adanya kekhawatiran dengan kemajuan kendaraan listrik yang nantinya akan berpengaruh pada bisnis BBM. Pertamina khawatir konsumen akan beralih pada bahan bakar listrik.

Menurut Mas’ud, perkembangan energi listrik untuk kendaraan menjadi persaingan nyata bagi bisnis minyak ke depan. Oleh karenanya, Pertamina tengah mencari strategi bagaimana agar substitusi energi tersebut tidak mematikan bisnis di subenergi lainnya.

“Pertamina tentu waspada dengan ancaman disrupsi ini, sehingga harus mulai diantisipasi,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelIndustri Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.