• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Pariwisata Hong Kong Memburuk, Kunjungan Wisman Anjlok 40%

by Redaksi Asiatoday
September 10, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Industri Pariwisata Hong Kong Memburuk, Kunjungan Wisman Anjlok 40%

Properti di Hong Kong. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri Pariwisata Hong Kong saat ini tengah diambang krisis. Pasalnya, gelombang protes yang terus berlangsung di Hong Kong menyebabkan merosotnya kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah tersebut.

Pada Agustus 2018, tercatat penurunan wisatawan mancanegara hingga 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (10/9/2019), jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Hong Kong pada Agustus 2019 lebih rendah 5% dibandingkan dengan Juli tahun ini.

RelatedPosts

Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Otoritas Hong Kong menyebut gelombang protes anti-pemerintah yang terus terjadi beberapa waktu belakangan menyebabkan terhambatnya kedatangan warga negara asing ke wilayah itu.

Hal tersebut tentu saja mengancam perekonomian wilayah yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata kota, ritel, dan bisnis hotel. Bahkan okupansi hotel di beberapa lokasi telah merosot hingga 50%, dan membuat tarif kamar hotel anjlok 40%-70%.

Paul Chan, Sekretaris Keuangan Hong Kong, mengatakan kekhawatiran terhadap kondisi negatif di wilayahnya masih terus berlanjut.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa tampaknya jalan di depan tidak akan dengan mudah berubah menjadi lebih baik,” katanya melalui keterangan tertulisnya.

Badan Pariwisata Hong Kong mencatat penurunan tahunan pertama untuk wisatawan sejak Januari 2018. Jumlah penurunannya pun menjadi yang terbesar sejak Agustus 2016.

Selain itu, penjualan ritel pada Juli tahun ini juga mengalami penurunan terbesar sejak Februari 2016 sebagai akibat protes yang terjadi dalam 3 bulan terakhir.

Chan menyebut kerusuhan sosial di wilayahnya telah merusak citra Hong Kong sebagai kota internasional yang aman, dan sebagai pusat perdagangan, penerbangan, serta keuangan.

Menurutnya, konflik kekerasan yang berulang, serta pemblokiran jalan, kereta api bawah tanah, dan bandara telah menghalangi orang untuk pergi bekerja. Hal itu juga menyebabkan pembatalan dan penjadwalan ulang sejumlah konferensi internasional. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Hong KongHong Kong RevolutionHong Kong TourismUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.