• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Penerbangan Global Mulai Pulih, 20 Persen di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
July 11, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

Aktivitas Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri penerbangan global secara bertahap mulai menunjukkan grafik yang kian positif. Pasalnya, frekuensi penerbangan terus meningkat meskipun masih didominasi di tingkat domestik.

Penyedia analisis data perjalanan Cirium mencatat, negara-negara di kawasan Asia Pasifik berkontribusi separuh dari 20 pasar teratas atas pemulihan itu.

“Negara-negara di dunia yang menunjukkan pertumbuhan perjalanan udara domestik pada Juli dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu hanyalah Vietnam, Indonesia, dan Korea Selatan,” tulis Cirium melalui laporan yang dirilis Jumat (10/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Sementara China dan Amerika Serikat mendominasi jumlah penerbangan yang dioperasikan,” sambung Cirium.

Cirium mencatat, ada 413.538 penerbangan domestik di AS yang dijadwalkan untuk Juli 2020 atau anjlok 46 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun China memiliki 378.434 penerbangan domestik meskipun kapasitas di negeri ini lebih tinggi.

“Angka-angka itu mengungkapkan pasar yang rapuh tetapi dengan hati-hati bangkit kembali, ketika perjalanan udara berusaha untuk pulih dari kejatuhan terburuk dalam sejarahnya,” kata Direktur pengembangan pasar Cirium, Alistair Rivers, melansir Bloomberg.

India, pasar domestik terbesar ketiga setelah AS dan China, menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan penerbangan domestik terjadwal turun hanya 4 persen dari Juli 2019.

Sedikit demi sedikit pesawat keluar dari hanggarnya untuk memenuhi permintaan yang meningkat.

Menurut Cirium, 59 persen dari armada global telah kembali beroperasi. Pada puncak krisis Covid-19, hampir dua per tiga dari 26.300 pesawat jet penumpang dunia dikandangkan. (ATN)

Tags: Industri PenerbanganMaskapai Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.