ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri penerbangan global secara bertahap mulai menunjukkan grafik yang kian positif. Pasalnya, frekuensi penerbangan terus meningkat meskipun masih didominasi di tingkat domestik.
Penyedia analisis data perjalanan Cirium mencatat, negara-negara di kawasan Asia Pasifik berkontribusi separuh dari 20 pasar teratas atas pemulihan itu.
“Negara-negara di dunia yang menunjukkan pertumbuhan perjalanan udara domestik pada Juli dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu hanyalah Vietnam, Indonesia, dan Korea Selatan,” tulis Cirium melalui laporan yang dirilis Jumat (10/7/2020).
“Sementara China dan Amerika Serikat mendominasi jumlah penerbangan yang dioperasikan,” sambung Cirium.
Cirium mencatat, ada 413.538 penerbangan domestik di AS yang dijadwalkan untuk Juli 2020 atau anjlok 46 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun China memiliki 378.434 penerbangan domestik meskipun kapasitas di negeri ini lebih tinggi.
“Angka-angka itu mengungkapkan pasar yang rapuh tetapi dengan hati-hati bangkit kembali, ketika perjalanan udara berusaha untuk pulih dari kejatuhan terburuk dalam sejarahnya,” kata Direktur pengembangan pasar Cirium, Alistair Rivers, melansir Bloomberg.
India, pasar domestik terbesar ketiga setelah AS dan China, menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan penerbangan domestik terjadwal turun hanya 4 persen dari Juli 2019.
Sedikit demi sedikit pesawat keluar dari hanggarnya untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Menurut Cirium, 59 persen dari armada global telah kembali beroperasi. Pada puncak krisis Covid-19, hampir dua per tiga dari 26.300 pesawat jet penumpang dunia dikandangkan. (ATN)
