• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Penerbangan Indonesia Perlahan Mulai Recovery

by Redaksi Asiatoday
June 16, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Angkasa Pura II Siap Kelola Bandara di Malaysia dan Thailand

Bandara Internasional Soekarno-Hatta dikelola Angkasa Pura II. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri penerbangan Indonesia secara bertahap mulai recovery.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memproyeksikan kondisi penerbangan mulai membaik dari sisi pergerakan setelah pemerintah merevisi tingkat okupansi maksimal maskapai sebesar 70 persen dibandingkan dengan pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurut Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja, aktivitas pergerakan paling nampak terjadi di bandara-bandara utama seperti Bandara Soekarno-Hatta.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Sejauh ini, dengan meningkatnya frekuensi penerbangan sejumlah aktivitas bisnis sudah berangsur membaik. Denon memastikan prosedur bagi penumpang pesawat juga lebih ketat dalam melengkapi sejumlah persyaratan dan prosedur pencegahan covid-19.

“Aktivitas itu terakhir di bawah 5 persen, sekarang sudah 25 persen di bandara utama,” kata Denon, Senin (15/6/2020).

Denon yang juga CEO Whitesky Aviation mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 juga turut memukul bisnis sewa helikopter. Hal ini juga terlihat dari banyaknya helikopter yang terparkir di sejumlah bandara. Jumlah helikopter yang lepas landas dan terbang jauh berkurang di heliport.

Menurutnya, hanya sebagian yang masih beraktivitas itu karena memiliki kontrak jangka panjang dengan perusahaan tambang yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Kami ada beberapa perusahaan yang masih punya long term kontrak sampai 5 tahun ke depan alhamdulillah masih berjalan di perusahaan tambang. Jadi untuk kegiatan support operation dari pertambangan ini masih berjalan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menerima banyak permintaan calon penumpang yang berasal dari rumah sakit (RS) ke sejumlah kota untuk kebutuhan medis.

“Semoga pandemi dapat berakhir pada Agustus 2020, sehingga aktivitas di heliport bergairah kembali,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Industri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.