• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Sawit Terancam, Malaysia Gencarkan Protes ke Uni Eropa

by Redaksi Asiatoday
October 24, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspor Palm Kernel Indonesia ke Malaysia Capai 640 Ton per Bulan

Palm Kernel (Minyak Inti) Kelapa Sawit. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Malaysia melancarkan protes terhadap Uni Eropa. Pasalnya, peraturan baru Uni Eropa bisa mengancam industri sawit Malaysia senilai US$60 miliar.

Menteri Industri Malaysia Teresa Kok mengatakan Uni Eropa (UE) tengah mencari batasan baru pada kontaminan makanan dalam lemak dan minyak olahan, termasuk minyak sawit.

“Industri kami harus siap untuk mengantisipasi apapun tantangan terhadap hambatan perdagangan ini. Kemudian, yang paling penting mengatasi masalah ini, terutama pada keamanan pangan,” ujarnya dalam konferensi mengenai pasokan minyak sawit dan potensinya di Kuala Lumpur, dikutip dari Reuters, Kamis (24/10/2019).

RelatedPosts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Untuk diketahui, minyak kelapa sawit digunakan dalam segala hal, mulai dari lipstik hingga biofuel. Namun, perannya sebagai media masak yang lebih murah memastikan bahwa sektor makanan menyumbang hampir 70 persen dari konsumsi global minyak nabati ini.

Menteri Kok mengungkapkan, UE telah memberlakukan batasan untuk glycerin ester serta akan menerapkan batasan untuk ester 3-MCPD. Hal itu kemungkinan berdampak pada konsumsi minyak sawit dalam produk makanan.

Seperti diketahui, glycerin ester atau asam lemak gliserin adalah senyawa kimia yang merupakan komponen berbagai macam lemak yang terdapat pada minyak sawit. Senyawa ini juga bisa ditemukan dalam lemak hewani dan biasa dipakai untuk bahan kosmetik.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa telah mengatakan kedua kontaminan itu meningkatkan masalah kesehatan potensial. Kelompok kerja Komisi Eropa juga telah membahas pengaturan level maksimum untuk ester 3-MCPD dalam bahan makanan.

Para pemerhati lingkungan telah menyerang minyak kelapa sawit, karena industri tersebut dianggap telah menghilangkan kawasan hutan.

Sementara itu, Kok menegaskan Indonesia dan Malaysia akan menentang undang-undang UE lainnya yang membatasi penggunaan sawit dalam biofuel di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Seperti diketahui, UE telah menetapkan target 2030 untuk menghapus bahan bakar transportasi berbasis kelapa sawit dari konsumsi energi terbarukan, setelah menyimpulkan bahwa penanaman plasma menyebabkan deforestasi yang berlebihan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor SawitIndustri SawitSawitUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.