• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Terpukul, Vietnam Terancam Ditinggalkan Jutaan Pekerja Migran

by Redaksi Asiatoday
October 8, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lockdown Kota Ho Chi Minh dan Hanoi, Vietnam Diperpanjang

Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Vietnam menghadapi situasi sulit akibat adanya gangguan besar dari rantai pasok dunia.

Pasalnya, negeri itu terancam ditinggalkan jutaan pekerja migran yang bekerja di pabrik tenama seperti Abercrombie & Fitch Co., Nike Inc., dan Adidas AG.

Saat ini, puluhan ribu pekerja secara bergelombang telah meninggalkan pusat komersial Ho Chi Minh dan provinsi di sekitarnya seperti Binh Duong, Dong Nai dan Long An.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengatakan sebanyak 2,1 juta pekerja di industri ingin kembali ke kampung halaman mereka.

Ancaman tersebut menambah ketegangan selama berbulan-bulan pada rantai pasokan manufaktur global karena pandemi Covid-19 memaksa pabrik dan pelabuhan menghentikan operasinya di seluruh Asia, termasuk produsen utama chip komputer, bahan mentah, dan barang konsumen jadi seperti sepatu kets, mainan, dan mobil.

Apalagi, saat ini Vietnam mendapat perhatian dari China untuk menjadi basis produksi bagi perusahaan global dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagaimana dilaporkan situs berita Zing, Kamis (7/10/2021), Kepala Asosiasi Bisnis Ho Chi Min Chu Tien Dung mengatakan karyawan yang lebih memilih meninggalkan tempat kerja karena merasa lebih aman tinggal bersama keluarganya di desa dan mereka masih bisa mencari pekerjaan di pabrik sekitar rumahnya.

Pelonggaran pembatasan pada 1 Oktober membuat gelombang pekerja meninggalkan pusat industri selatan, pertama kalinya dalam beberapa bulan mereka diizinkan meninggalkan kota.

Ketua Asosiasi Tekstil dan Pakaian Vietnam Vu Duc Giang mengatakan tenaga kerja industri garmen bakal merosot sampai 37 persen selama 2021.

“Sekitar 40 persen karyawan di industri pertunjukan juga telah kembali ke rumah dan belum jelas berapa banyak yang akan kembali,” kata Phan Thi Thanh Xuan, Wakil Ketua Asosiasi Alas Kaki dan Tas Kulit Vietnam.

Selama ini, Asia tenggara telah bertahun-tahun menjadi kawasan terbesar kedua yang memasok pakaian dan sepatu untuk Amerika Serikat (AS). Terdapat lebih dari 1.000 merek yang memiliki fasilitas produksi di kawasan tersebut, berdasarkan Asosiasi Pakaian dan Alak Kaki Amerika.

Urban Outfitters Inc., dan Abercrombie & Fitch Co., memperingatkan adanya penurunan penjualan menjelang musim liburan.

Sementara itu, Nike Inc., menurunkan perkiraan penjualannya setelah 10 pekan menurunnya produktivitas di Vietnam, seperti kata Chief Financial Officer Matthew Friend pada bulan lalu. Nike juga telah mengalihkan pesanan ke negara lain.

Sementara merek pakaian asal California, Gap Inc. mengatakan menggunakan “transportasi yang dipercepat” untuk mengatasi penundaan, kata Chief Financial Officer Katrina O’Connell dalam panggilan analis pada Agustus. (ATN)

Tags: Asia BusinessVietnam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.