• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris akan Coret Huawei dari Rencana 5G

by Redaksi Asiatoday
May 26, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Naik 24,4 Persen, Huawei Bukukan Pendapatan Rp1,2 Triliun di 2019

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Inggris Raya dilaporkan akan mengecualikan Huawei sebagai perusahaan teknologi yang akan diikutsertakan dalam program implementasi 5G.

Melansir Daily Telegraph, Senin (25/5/2020), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta agar peranan Huawei dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi terus dikurangi hingga menjadi nol pada 2023.

Hal itu dilakukan Inggris untuk mengamankan perdagangan dengan Amerika Serikat, yang saat ini juga sedang berkonflik dengan Huawei dan China.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Pasalnya, Inggris berupaya mencari mitra dagang untuk mengamankan langkahnya ketika keluar dari Uni Eropa.

Selain itu, The Times juga melaporkan bahwa Johnson telah meminta para pegawai negeri untuk mengurangi pasokan alat medis dan produk impor strategis lainnya dari China.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris Raya telah mengizinkan Huawei untuk membangun jaringan 5G pada April lalu.

Huawei diperkenankan untuk berkontribusi di proyek infrastruktur telekomunikasi yang dinilai tidak sensitif.

Adapun, di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang pelarangan perusahaan nasional untuk menggunakan produk yang dinilai mengancam keamanan nasional, yang dimulai sejak Mei 2019 lalu. Produk buatan Huawei masuk dalam ketentuan tersebut. (ATN)

Tags: HuaweiInggris
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.