• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Inggris Bersama 20 Negara Sepakat Hentikan Investasi Energi Fosil

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Bersama 20 Negara Sepakat Hentikan Investasi Energi Fosil

KTT Iklim COP26, Glasgow. Foto: Media Pool Kit COP26

ASIATODAY.ID, GLASGOW – Inggris telah mengumpulkan sekitar 20 negara untuk menyatakan tekad menghentikan investasi dan pendanaan proyek energi fosil dari asing.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (4/11/2021), hal itu dirangkum dalam pernyataan satu halaman yang diumumkan pada Kamis dalam pembicaraan iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Negara-negara dan empat lembaga keuangan yang menandatangani pernyataan itu mencakup Kanada, AS, dan Denmark. Namun, kesepakatan tersebut tidak bersifat mengikat dan masih memungkinkan untuk mendapatkan dukungan terbatas untuk usaha bahan bakar fosil asing.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Bagaimanapun, hal itu menandai pengetatan aliran uang dari bank pembangunan publik ke sektor minyak, gas, dan batu bara.

Pembicaraan dengan Inggris ini hanya sebagian dari kesepakatan karena masih ada pengecualian untuk pendana proyek bahan bakar fosil terbesar seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.

Pakta itu juga hanya berlaku pada pendanaan baru dan langsung untuk proyek energi fosil yang berlanjut.

Secara terpisah, Inggris mengumumkan pada Rabu terkait dengan perjanjian sejumlah institusi dan negara-negara untuk menghapus secara bertahap penggunaan tenaga batu bara, termasuk 18 negara, seperti Vietnam, Polandia dan Chili.

Mereka berjanji untuk menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara hingga 2030-an dan 2040-an. Mereka juga sepakat untuk mengakhiri investasi di sektor ini baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sejumlah bank termasuk HSBC Holdings Plc., NatWest Group Plc., dan Lloyds Banking Group Plc., juga ikut berkomitmen untuk menghentikan dukungan terhadap pembiayaan energi fosil.

Para lender ini akan mengakhiri semua investasi dalam pembangkit listrik tenaga batu barabaru di dalam negeri dan luar negeri sebagai bagian dari Powering Past Coal Alliance, menurut pernyataan pemerintah Inggris Rabu malam.

“Uang ada di meja, sektor swasta sedang bergerak,” kata Chief Executive Officer NatWest Alison Rose pada Selasa.

Namun, rencana tersebut tampaknya belum berhasil memenuhi ambisi awal tuan rumah COP26 untuk membuat batu bara menjadi sejarah. (ATN)

Tags: Green EnergyKTT Iklim COP26
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.