• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris Investigasi Sumber Covid-19 dan Kaitannya dengan Laboratorium di China

by Redaksi Asiatoday
April 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris Investigasi Sumber Covid-19 dan Kaitannya dengan Laboratorium di China

Negeri Inggris. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Inggris tengah memulai rangkaian investigasi asal usul dan sumber coronavirus (Covid-19), termasuk kemungkinan kaitannya dengan laboratorium di China yang melakukan penelitian penyakit pada keleawar.

Inggris tidak menampik kemungkinan bahwa virus corona baru ini terjadi secara alami dan bukan merupakan buatan manusia melalui rekayasa genetika.

Akan tetapi, hal ini tidak mengesampingkan alternatif yang muncul secara tidak sengaja dari sebuah laboratorium di kota Wuhan, Hubei, di mana wilayah itu tercatat sebagai tempat kasus infeksi pertama dikonfirmasi.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Sky News melaporkan bahwa Inggris dan negara lainnya sedang melihat semua kemungkinan yang bisa diselidiki untuk mencari dan menetapkan sumber asli dari wabah Covid-19 ini.

Kabar tentang ini kembali menjadi santer setelah kolumnis Washington Post mengklaim bahwa pejabat kedutaan besar Amerika Serikat di China telah mengunjungi Wuhan Institute of Virology di Wuhan hingga 2 tahun lalu.

Mereka juga dilaporkan telah mengirimkan peringatan ke Washington tentang dugaan keamanan dan keselamatan yang tidak memadai di laboratorium tersebut, yang diketahui juga tengah meneliti virus corona pada kelelawar dari gua Yunnan.

Negara lain yang dengan terang-terangan menuntut keterbukaan informasi dari China adalah Amerika Serikat. Pejabat negara federal itu dalam beberapa hari terakhir terus bersuara soal kemungkinan adanya kebocoran laboratorium Wuhan yang menyebabkan virus menyebar ke masyarakat.

Sementara itu, pemerintah China melalui kementerian luar negeri mengatakan bahwa World Health Organization (WHO) telah membuktikan bahwa virus corona baru ini bukan merupakan hasil laboratorium.

Wuhan Institute of Virology juga telah menepis desas-desus bahwa virus itu kemungkinan telah dibuat oleh para ilmuwan di laboratorium atau kemungkinan bahwa virus itu bocor dan melarikan diri dari fasilitas mereka.

Bagaimana pun, hingga saat ini asal muasal dari penyebaran virus corona baru ini masih belum terkonfirmasi. Sejumlah negara dan para ahli terus berupaya menemukan informasi tersebut untuk melakukan tindakan pencegahan di masa mendatang. (ATN)

Tags: China VirusCoronavirusCOVID-19InggrisPandemi GlobalWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.