• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris Sepakati 90 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari BioNTech dan Valneva

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Investigasi Sumber Covid-19 dan Kaitannya dengan Laboratorium di China

Negeri Inggris. Ist

ASIATODAY.ID, LONDON – Inggris baru saja menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mengamankan 90 juta dosis untuk dua vaksin Covid-19.

Berdasarkan laporan, kedua vaksin tersebut berasal dari Pfizer Inc dan aliansi BioNTech dan kelompok Prancis Valneva.

Mengutip pernyataan pemerintah setempat, Senin (20/7), Inggris telah mendapatkan 30 juta dosis vaksin eksperimental dari BioNTech / Pfizer, dan kesepakatan prinsip untuk 60 juta dosis vaksin dari Valneva.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Berdasarkan kesepakatan, opsi 40 juta dosis lagi jika terbukti aman, efektif dan sesuai. Ketentuan keuangan dari kesepakatan tidak dikonfirmasi.

“Kemitraan baru ini dengan beberapa perusahaan farmasi dan vaksin terkemuka di dunia akan memastikan Inggris memiliki peluang terbaik untuk mendapatkan vaksin yang melindungi mereka yang paling berisiko,” kata Menteri Bisnis, Alok Sharma melansir Antara.

Kesepakatan itu mengikuti kesepakatan yang sebelumnya, yaitu dengan AstraZeneca untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin potensial. Vaksin dikembangkan dalam kemitraan dengan Universitas Oxford.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada vaksin yang dapat bekerja melawan Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru. Para ahli mengatakan, vaksin akan diperlukan untuk mengendalikan pandemi yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 600.000.

Inggris juga mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan pengobatan yang mengandung antibodi penawar Covid-19 dari AstraZeneca untuk melindungi orang-orang yang tidak dapat divaksinasi. (ATN)

Tags: BioNTechInggrisUnited KingdomsVaksin CoronaVaksin Covid-19Valvena
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.