• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

INKA Garap Proyek Kereta Api di Afrika

by Redaksi Asiatoday
October 10, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Industri Kereta Api Terbesar di Asia Siap Beroperasi di Banyuwangi

Workshop PT INKA. dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dipercaya untuk membangun proyek upgarding jalur kereta api (KA) yang menghubungkan dua negara di Afrika Barat, Mali dan Senegal dengan total panjang jalur 1.023 kilometer.

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengungkapkan, pihaknya telah berkunjung ke Senegal dan berdiskusi dengan salah satu perusahaan di Afrika untuk membangun jalur kereta api dari Bamako (Ibu Kota Mali) sampai ke Dakar (Ibu kota Senegal) itu.

“Kami telah diskusi dengan mereka untuk membangun 1.203 kilometer upgrading jalur KA dari ibu kota Mali sampai ke Dakar, karena Mali tidak bisa keluar tanpa melalui pelabuhan Dakar,” kata Budi dikutip dari Antara, Sabtu (10/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Budi, proyek jalur kereta api ini akan mendukung kegiatan logistik di kedua negara tersebut. Pasalnya, jalur kereta di sana sudah tidak beroperasi kembali.

Dengan kondisi itu, praktis kegiatan logistik hanya bisa berjalan melalui jalur darat dengan truk yang memakan waktu hingga dua minggu. Hal ini membuat biaya transportasi di kedua negara menjadi sangat tinggi.

“Angkutan barang kalau pakai truk sampainya dua minggu, sehingga biaya mahal sekali. Mereka sangat berharap KA masuk, operasi lagi di sana dan menghubungkan antara Mali dan Senegal,” jelas Budi.

Budi menambahkan proyek di Afrika ini menjadi strategi bagi BUMN produsen kereta api tersebut dalam memasuki pasar global.

Selain proyek KA Mali-Senegal, INKA juga tengah menyelesaikan kontrak untuk memasok lokomotif ke Zambia.

Dalam proyek tersebut, INKA mendapatkan pinjaman dari Pemerintah Swedia guna mengikuti proses lelang untuk memasok 30 lokomotif. Ia berharap kontrak ini dapat diselesaikan pada akhir 2020

“Melalui loan dari pemerintah Swedia, kami sedang proses mudah-mudahan akhir tahun kami bisa kontrak. Ada 30 lokomotif sekitar US$90 juta long-sale,” kata Budi. (Ant)

Tags: Asia AfrikaIndonesia Africa Infratruktur DialogueKerjasama Indonesia dan AfrikaPT INKA
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.