• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inovasi dan Digitalisasi Indonesia Tertinggal di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
October 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil riset
Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa, inovasi dan digitalisasi di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN.

ADB mencatat tingkat inovasi dan digitalisasi Indonesia hanya 0,08 jauh di bawah Thailand dan Vietman yang masing-masing diangka 0,62 dan 0,44.

Indonesia juga berada dibawah Filipina dan Kamboja yang masng-masing berada diangka 0,14 dan 0,12. Sementara secara rata-rata inovasi dan digitalisasi negara-negara ASEAN berada pada level 0,70.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional Titik Anas mengungkapkan hal itu dalam forum Webinar Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 dan Peningkatan Kemudahan Berusaha Indonesia, Selasa (20/10/2020).

“Inovasi dan digitalisasi Indonesia masih jauh tertinggal di ASEAN,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga dihadapkan pada masalah produktivitas yang rendah.

Berdasarkan data Productivity Database 2019 Asian Productivity Organization (APO), total factor productivity terus mengalami penurunan sejak 2012. APO juga mencatat capital productivity Indonesia menurun.

Menurut Titik, data-data tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia tidak efisien. Bahkan, ekonomi Indonesia tidak bergerak sejak 25 tahun terakhir.

“25 tahun terakhir Indonesia konstan di dunia. Indonesia adalah eskportir kecil, di tahun 1994 juga eksportir kecil, sekarang juga eksportir kecil. Beda misalnya China dari kecil jadi besar. Beberapa negara lain juga ada yang bertransformasi,” jelasnya.

Titik memandang, Indonesia perlu menciptakan faktor-faktor yang bisa lebih mendukung transformasi ekonomi, misalnya efisiensi pasar tenaga kerja, peningkatan infrastruktur, perbaikan institusi, diversifikasi produk, hingga peningkatan inovasi.

Ini penting agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), menjadi negara maju sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan saat ini Indonesia sedang menjalani transformasi teknologi dan digital.

Di masa pandemi Covid-19, transformasi digital semakin dibutuhkan dan akan berjalan dengan sangat cepat. Penggunaan teknologi akan bisa mendorong peningkatan produktifitas.

“Pemerintah Indonesia perlu mendorong ini,” imbuhnya.

Menurut Yose, dari sisi pendidikan, sebagian besar tenaga kerja di Indonesia masih belum siap dalam penggunaan teknologi meski akan sangat berdampak pada produktivitas.

“Masih banyak hal yang harus diperbaiki terkait dengan ketenagakerjaan di Indonesia, yang harus diterjemahkan dalam bentuk kebijakan yang dapat meningkatkan keahlian dan kompetensi tenaga kerja,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia DigitalAsia Pasifik DigitalIndustri DigitalInovasi Teknologi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.