• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Inovasi Mahasiswa ITB Tentang Go Green Juara se-Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
May 15, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inovasi Mahasiswa ITB Tentang Go Green Juara se-Asia Pasifik

Felicia Shelly dan Vincent Oktavian Kaulika, meraih juara pertama ajang Schneider Go Green Asia Pacific Winner 2020. Ist

ASIATODAY.ID, BANDUNG – Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Felicia Shelly dan Vincent Oktavian Kaulika, meraih juara pertama ajang Schneider Go Green Asia Pacific Winner 2020 yang digelar pada 16 April 2020. Ajang tersebut digelar daring karena pandemi virus corona (covid-19).

Felicia dan Vincent merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Kimia angkatan 2016. Keduanya yang tergabung dalam Tim Stada berhasil meraih juara dengan ide buildings of the future.

Ide ini menciptakan sebuah sistem yang mampu mengurangi sampah makanan sekaligus mengubah sampah makanan tersisa menjadi energi dengan cara anaerobic digestion. Energi tersebut kemudian bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga lebih berkelanjutan dan self-sufficient.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Kami menggunakan transformasi digital untuk memudahkan pengguna melakukan audit sampah makanan yang sebelumnya terabaikan dan banyak orang tidak tahu bagaimana untuk mulai mengurangi sampah makanan,” kata Felicia sebagaimana keterangan tertulis ITB, Jumat (15/5/2020).

Felicia menjelaskan, sistem stada yang ditawarkan ialah suatu sistem yang membantu pengguna untuk mengurangi sampah makanan dan mengubah sisanya menjadi energi dengan mempelajari pola penghasilan sampah makanan dari restoran atau hotel/gedung dan menyusun algoritma disertai hardware pendukung sistem. Kemudian, sistem yang telah dirancang berupa machine learning based akan memberikan audit sampah makanan.

Menurut Felicia, audit ini berguna untuk menunjukkan sisi mana yang masih dapat dikurangi sampah makanannya, juga memberikan saran bagaimana cara pengguna dapat mengurangi sampah makanan. Sistem ini terdapat dalam dua versi, yaitu versi modular (customized) untuk pelaku bisnis, dan versi lengkap untuk pemilik gedung.

Dengan menjadi juara tingkat Asia Pasifik, Felicia dan Vincent berhak melaju ke tingkat global yang awalnya akan dilaksanakan pada 3-4 Juni 2020 mendatang di Las Vegas, Amerika Serikat. Namun, mengalami penyesuaian karena kondisi pandemi ini hingga waktu yang belum ditentukan.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Schneider Electric ini mengusung tema manajemen energi dan efisiensi energi dengan empat kategori utama, yakni Sustainable and Access to Energy, Buildings of the Future, Plants of the Future, dan Grids of the Future. Felicia dan Vincent dipasangkan dengan mentor yang membimbing mereka dalam pengembangannya untuk menghasilkan ide yang lebih matang.

“Menurutku, ini adalah hal langka yang tidak disediakan di lomba-lomba serupa dan tentunya ini sangat membangun bagi para peserta dan ide yang dibawakan,” ujar Felicia.

Saat ini, kedua mahasiswa yang memang dikenal aktif dalam berbagai perlombaan ini sedang menyusun rencana untuk pengembangan sistem melalui prototipe. Mereka berharap ide tersebut dapat terwujud dalam skala global.

Prototipe akan mulai dibuat setelah masa pandemi ini, dan juga pengetesan terhadap pengguna (user testing). Sebab, urgensi terhadap masalah sampah makanan sudah melekat erat dengan kehidupan sehari-hari dan berdampak buruk pada lingkungan. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGo GreenITBSchneider ElectricSchneider Go Green Asia Pacific Winner 2020
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.