• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Inovasi Smart Fisheries Village Indonesia Jadi Referensi di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Gandeng FAO Kembangkan Smart Fisheries Village

Program Smart Fisheries Village. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Republik Indonesia dalam mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) kini menjadi referensi di Asia Pasifik.

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta menyampaikan konsep SFV saat menjadi narasumber pada Webinar on Actions Towards More Sustainable Food System belum lama ini, yang diselenggarakan oleh The Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) dan The National Science and Technology Development Agency (NSTDA) Thailand.

Nyoman berbicara tentang “Sustainable Blue Economy”, khususnya untuk memaparkan studi kasus praktik terbaik penerapan ekonomi biru dengan teknologi inovatif untuk mewujudkan ketahanan pangan.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Forum tersebut merupakan bagian dari seri seminar Asia and the Pacific Regional Dialogue on Science and Technology for a Sustainable Food System dan bertujuan untuk berbagi pengalaman serta peluang dan tantangan terkait pengurangan Food Loss and Waste (FLW) guna mengatasi tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim dan ekonomi biru berkelanjutan yang saling terkait.

Di forum itu, Nyoman memaparkan presentasi Smart Fisheries Village: Innovative Technologies and Best Practices to Impelement Blue Economy. Ia menyampaikan bahwa KKP memandang ekonomi biru sebagai hal yang penting dan menjadi acuan utama untuk memulihkan kesehatan laut dan potensi kelautan yang akan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.

Adapun implementasi pembangunan ekonomi biru akan dilakukan melalui lima program strategi.

Pertama, memperluas wilayah konservasi dengan target 30% dari luas wilayah perairan Indonesia dengan mengedepankan kualitas kawasan konservasi.

Kedua, penangkapan ikan secara terukur yang berbasis pada kuota penangkapan dan menetapkan zona konservasi di enam zona penangkapan ikan.

Ketiga, menjaga daya dukung lingkungan dengan budidaya ikan yang ramah lingkungan baik budidaya laut, pesisir maupun pedalaman untuk meningkatkan produksi perikanan untuk pasar ekspor dan dalam negeri.

Keempat, penataan ruang laut untuk perlindungan ekosistem pesisir dan laut. Kelima, manajemen sampah laut dengan strategi nilai ekonomi.

Untuk mendukung program prioritas tersebut, BRSDM mengembangkan konsep SFV sebagai konsep pembangunan desa perikanan dan Satker yang berbasis penerapan teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna, keberlanjutan, serta meningkatkan ekonomi yang berada di tengah-tengah program Kampung Budidaya dan Desa Inovasi/Desa Mitra.

Kriteria pengukuran terhadap lokasi SFV menggunakan lima indikator pengukuran yang merupakan akronim dari SMART yaitu Sustainable, Modernization, Acceleration, Regeneration dan Technology.

Program SFV akan mengubah wajah kampung perikanan menjadi lebih berdaya saing karena kegiatan ekonomi di dalamnya menjadi lebih beragam, seperti adanya spot wisata hingga produksi produk UMKM. Tujuan program ini antara lain untuk menggali dan mengembangkan desa perikanan menjadi lebih maju, modern dan berkelanjutan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Selain mengandalkan sumber daya internal salah satunya para penyuluh, BRSDM juga menggandeng kementerian lembaga, perbankan, akademisi, hingga industri teknologi dan telekomunikasi. Pengembangan pilot project SFV sudah dilakukan di Desa Panembangan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dengan SFV, diharapkan ekonomi tumbuh, masyarakat bekerja, lingkungan lestari, dan berbasis digital.

“Kesimpulannya SFV merupakan praktik terbaik tentang cara menerapkan ekonomi biru menggunakan teknologi inovatif. SFV adalah tempat kegiatan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, inkubasi bisnis secara terpadu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan komunitas pekerja, melestarikan lingkungan, dan menerapkan teknologi digital. Keberhasilan SFV merupakan hasil kolaborasi pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah, swasta, BUMN, start-up, dan perguruan tinggi,” ujar Nyoman.

Sebelumnya, SFV telah diluncurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada 2 Agustus lalu saat pembukaan Rapat Kerja Teknis BRSDM di Jakarta.

Konsep SFV sejalan dengan program prioritas sebagai terobosan KKP yang telah ditetapkan Menteri Trenggono, khususnya pengembangan perikanan budidaya berbasis ekspor dan pembangunan kampung perikanan berbasis kearifan lokal.

Mengingat telah diluncurkannya SFV yang memadukan pertumbuhan ekonomi berbasis digital teknologi kekinian dengan tetap meperhatikan kelestarian lingkungan guna mewujudkan produktivitas dan ketahanan pangan, Kepala BRSDM terpilih menjadi narasumber pada webinar ini untuk memaparkan konsep SFV di forum regional Asia dan Pasifik tersebut. (ATN)

Tags: Ekonomi BiruPerikanan BerkelanjutanSmart Fisheries Village
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.