• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Investasi £150 Juta, Korea Selatan Bangun Kota Terapung Pertama di Dunia

by Redaksi Asiatoday
November 28, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi £150 Juta, Korea Selatan Bangun Kota Terapung Pertama di Dunia

Master plan Kota Terapung di Busan, Korea Selatan. Dok OCEANIX

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Korea Selatan sedang bersiap membangun Kota Terapung pertama di dunia.

Pembangunan kota terapung ini diperkirakan menelan investasi £150 juta dan diperkirakan dapat menampung hampir 10.000 penduduk.

Kota itu akan dibangun di lepas pantai Korea Selatan, dan pengerjaannya kemungkinan akan selesai pada awal 2025.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Laporan mengatakan bahwa proyek tersebut telah didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan kota itu akan dibangun di lepas pantai Busan untuk mengatasi masalah kenaikan permukaan laut.

Pemimpin proyek tersebut menambahkan bahwa itu akan menjadi ‘infrastruktur tahan banjir’ yang akan terdiri dari beberapa pulau buatan, yang bertujuan untuk menghilangkan risiko banjir dengan naik bersama laut.

Kota terapung itu dirancang menjadi kota mandiri, yang merupakan upaya bersama antara UN Human Settlement Program (UN-Habit) dan OCEANIX. Demikian dilansir dari Times of India.

Kota ini akan dapat menghasilkan listriknya sendiri dari panel surya, mengangkut turis dan penduduk antar pulau dengan kapal yang dibuat khusus, dan menghasilkan makanan dan air bersihnya sendiri.

Lebih lanjut, laporan menunjukkan bahwa kota tersebut akan tersebar di area seluas lebih dari 75 hektar, dan akan mampu menampung 10.000 penduduk.

Lingkungan akan dikelompokkan dalam kelompok enam di sekitar pelabuhan pusat yang dilindungi, yang berarti setiap desa akan dapat menampung hingga 1650 penduduk.

Selanjutnya, kota ini akan dirancang khusus untuk tahan terhadap bencana alam seperti tsunami, banjir, dan angin topan Kategori 5.

Melansir BBC, Busan adalah rumah bagi 3,4 juta orang dan merupakan salah satu pelabuhan pengiriman tersibuk di dunia. Ini berarti pembangun dan insinyur lokal memiliki banyak pengalaman membangun di sepanjang air.

Kota-kota pesisir seperti Busan sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut, yang disebabkan oleh pemanasan global.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa permukaan laut bisa naik lebih dari satu meter pada tahun 2100 yang akan mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia yang tinggal di komunitas pesisir.

“Daripada berkelahi dengan air, mari kita belajar hidup selaras dengannya,” kata Maimunah Mohd Sharif, dari UN-Habitat.

Korea Selatan juga rentan terhadap berbagai bencana alam, termasuk angin topan, banjir, kekeringan, tanah longsor, badai salju, tsunami, dan gempa bumi. Diharapkan kota akan mampu menahan ini karena platform terapung akan berlabuh ke dasar laut.

Pembangunan kota terapung ini diperkirakan menelan biaya £150 juta dan diperkirakan dapat menampung hampir 10.000 penduduk. (ATN)

Tags: Green CityKorea SelatanOCEANIXSmart CityUN Habitat
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.