• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Asing di Indonesia Tembus Rp147,2 Triliun di Kwartal I/2022

5 besar negara asal PMA antara lain Singapura, Hongkong, China, Jepang dan Amerika Serikat (AS)

by Redaksi Asiatoday
April 28, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi USD5 Miliar, Kawasan Industri Morowali Catat Ekspor USD4 Miliar ke AS dan China

Aktivitas di pelabuhan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Sulawesi Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Realisasi investasi di Indonesia pada triwulan I tahun 2022 mencapai Rp282,4 triliun atau lebih tinggi 28,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 serta meningkat 16,9 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2021.

Capaian ini berkontribusi sebesar 23,5 persen dari target yang sebesar Rp1.200 triliun.

“Dengan peningkatan persentase capaian realisasi investasi triwulan I/2022 meningkat menjadi dua digit dibanding triwulan I/2021. Hal ini menunjukkan keyakinan investor dalam dan luar negeri semakin meningkat terhadap kebijakan pemerintah khususnya di bidang investasi,” ujar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia, Kamis (28/04/2022).

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Pertumbuhan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) triwulan I/2022 meningkat sebesar 25,1 persen, dari Rp108,0 triliun di triwulan I/2021 menjadi Rp135,2 triliun.

Investasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi menjadi sektor penunjang terbesar realisasi investasi PMDN.

Sedangkan investasi penanaman modal asing (PMA) triwulan I/2022 meningkat 31,8 persen dibanding triwulan I/2021, dari Rp111,7 triliun menjadi Rp147,2 triliun.

Realisasi PMA terbesar disumbang oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Peningkatan realisasi pada sektor ini membuktikan bahwa kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor bahan mentah berhasil mendorong terjadinya hilirisasi investasi di Indonesia, khususnya industri pengolahan nikel serta industri besi dan baja.

Sebagai refleksi pemerataan ekonomi di Indonesia, pertumbuhan investasi di luar Jawa saat ini cukup stabil dan terus mengalami peningkatan secara signifikan. Pada triwulan I/2022 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp148,7 triliun atau meningkat 16,6 persen dari triwulan IV/2021 yang sebesar Rp127,5 triliun.

Pertumbuhan investasi di luar Jawa terlihat dengan masuknya Riau dan Sulawesi Tengah ke dalam lima besar lokasi investasi PMA dan PMDN. Sedangkan tiga provinsi luar Jawa dengan realisasi investasi PMA terbesar, yaitu Sulawesi Tengah di urutan pertama dengan persentase sebesar 12,9 persen, diikuti Riau 9,9 persen, dan Maluku Utara 7,3 persen.

“Saya diperintah Presiden untuk mewujudkan investasi yang inklusif dan berkualitas yaitu adanya keseimbangan realisasi investasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan mineral, serta tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di daerah. Untuk itu seluruh unit di Kementerian Investasi/BKPM dengan upaya out of the box melakukan langkah-langkah dalam rangka pencapaian investasi inklusif,” pungkas Bahlil.

Berdasarkan data dari BKPM, lima besar realisasi investasi baik PMDN dan PMA adalah sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp39,7 triliun, 14,0 persen); transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp39,5 triliun, 14,0 persen); pertambangan (Rp35,2 triliun, 12,5 persen); perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp24,9 triliun, 8,8 persen); serta listrik, gas, dan air (Rp23,1 triliun, 8,2 persen).

Sektor industri pengolahan masih memegang peranan sangat penting dalam peningkatan realisasi investasi dan tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan lokasi proyek, lima besar realisasi investasi adalah DKI Jakarta (Rp40,4 triliun, 14,3 persen); Jawa Barat (Rp39,5 triliun, 14,0 persen); Riau (Rp23,7 triliun, 8,4 persen); Jawa Timur (Rp23,6 triliun, 8,4 persen); dan Sulawesi Tengah (Rp20,0 triliun, 7,1 persen).

Sedangkan, lima besar negara asal PMA adalah Singapura (USD3,6 miliar, 34,8 persen), Hongkong (USD1,5 miliar 15,0 persen), China (USD1,4 miliar, 13,2 persen), Jepang (USD0,8 miliar, 8,0 persen), dan AS (USD0,6 miliar, 6,1 persen).

Dalam dua triwulan terakhir, AS masuk ke dalam lima besar negara asal PMA yang membuktikan adanya diversifikasi sumber investasi, tidak hanya terfokus pada wilayah Asia Timur. (ATN)

Tags: Asia InvestInvestasi AsingInvestasi Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.