• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi China Mengubah Morowali Jadi Kawasan Industri Penting di Dunia

by Redaksi Asiatoday
June 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sulteng Diusulkan Jadi Pusat Industri Mobil Listrik Indonesia

Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu investasi Tambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengungkapkan bahwa kerja sama investasi antara China dan Indonesia telah membawa perubahan signifikan, salah satunya di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Xiao, Morowali dulunya hanya sebuah desa kecil. Dengan kehadiran Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), daerah itu kini menjelma menjadi kawasan industri penting.

“Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengubah Morowali dari sebuah desa terpencil menjadi kota industri penting secara singkat dalam beberapa tahun,” terang Xiao dalam rekaman keterangan pers virtualnya yang dimonitotor Kamis (4/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

“(IMIP) mengisi sejumlah kekosongan pada industri pertambangan Indonesia termasuk pengolahan bijih nikel, baja, baja tahan karat, dan lain-lain dan menjadikan Indonesia sebagai produsen baja tahan karat terbesar kedua di dunia,” jelasnya.

PT IMIP merupakan perusahaan tambang berbasis nikel patungan antara Shanghai Decent Investment (Group) asal China dengan porsi saham 49,69 persen, PT Sulawesi Mining Investment 25 persen, dan PT Bintang Delapan Investama 25,31 persen.

Menurut Xiao, Morowali adalah contoh kerja sama dua negara yang mendorong perkembangan perindustrian di Indonesia.

“Kerja sama ekonomi dan perdagangan China dan Indonesia secara efektif mendorong perkembangan industri Indonesia, terus meningkatkan daya saing produk dan industri Indonesia, dan meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai industri global,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, investasi China yang masuk Indonesia juga mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA). Meski demikian, TKA itu akan berkurang dengan adanya politeknik.

Hal itu sebagaimana yang terjadi Morowali, di mana terdapat sekitar 5.000 TKA. Angka itu bakal berkurang karena di sana terdapat politeknik yang mendidik putra-putri Indonesia dan kemudian menggantikan pekerja asing itu.

“Saya dikoreksi Morowali sekarang 45 ribu orang, dengan TKA 5.000 jadi ya memang tidak bisa kita dihindari, kita harus pakai TKA dulu karena mereka yang paham teknologi ini. Karena teknologi yang ada pengamat bilang teknologi tahun 60, teknologi yang masih sangat tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

“Investasi di situ tanpa lithium baterai sampai tahun 2024 itu itu kira-kira USD31 miliar dan ekspor dari sana itu kira-kira dekat USD30 miliar, ekspor terbesar kita nanti,” terangnya.

Kemudian, Weda Bay juga menciptakan lapangan kerja yang besar di sana. Menurut Luhut, jika smelter jadi dibangun di sana akan menciptakan 30 ribu lapangan pekerjaan.

“Weda Bay di Halmahera setengah dari Morowali kalau jadi masuk smelter dari copper, di sana angkanya bisa menjadi 30 ribu juga makanya kita ingin bangun politeknik juga di sana,” ujarnya.

Kemudian, lapangan kerja yang diciptakan di Konawe sekitar 10 ribu hingga 11 ribu. Jika ditotal maka ada sekitar 100 ribu lapangan kerja sampai tahun 2024.

“Jadi saya pikir sampai tahun 2024 angka kerja ini mungkin sampai ke 100 ribu lebih orang, kita belum bicara kepada multiplier effectnya,” tandasnya. (ATN)

Tags: IMIP MorowaliInvestasi BateraiInvestasi China di IndonesiaLithiumLuhut Binsar PandjaitanNikelPT IWIPVDNI
No Result
View All Result

Terbaru

  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.