• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi China Rp381 Triliun Bangun Rempang Eco-City, Apa Manfaatnya?

by Redaksi Asiatoday
September 25, 2023
in Business
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Investasi China Rp381 Triliun Bangun Rempang Eco-City, Apa Manfaatnya?

Master plan Rempang Eco-City. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengklaim ada banyak manfaat dan keuntungan dari rencana investasi perusahaan China senilai Rp381 triliun dalam mengembangkan Rempang Eco-City.

Pertemuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia dengan para tokoh Masyarakat Rempang pada (19/9/2023) lalu telah mendapat titik temu.

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga hak rakyat, hak kultural, serta hak kesulungan warga yang sudah bermukim secara turun-temurun di Rempang. Bahlil pun menerangkan bahwa investasi Rempang Eco-City akan tetap berjalan.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Tak tanggung-tanggung, Investasi jumbo di wilayah Rempang-Galang ini, ditaksir bakal jadi Mesin Ekonomi Baru bagi Indonesia.

UMKM Terangkat

Dengan nilai investasi yang mencapai Rp381 Triliun, Rempang Eco-City diyakini dapat memberikan eskalasi bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Rempang-Galang.

Bahkan saat masa pembangunan sekalipun, diperkirakan ekonomi masyarakat dapat ikut terangkat dengan kegiatan ekonomi mikro kecil dan menengah.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menjelaskan bahwa jika investasi ini berjalan, akan ada banyak dampak positif yang diterima masyarakat, Kawasan Barelang hingga Indonesia pada skala yang lebih besar.

Pertumbuhan realisasi investasi akan diimbangi dengan keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kemitraan strategis antara perusahaan besar dengan UMKM akan terus dikembangkan. Sehingga, Investasi yang masuk ke daerah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan dan ekonomi rakyat.

“UMKM akan sangat hidup. Semua proses ini akan melibatkan UMKM. Contoh simple adalah usaha bahan pokok dan makanan, yang akan menyediakan adalah tentu masyarakat di sana yang bisa ambil peran. Pekerja tak perlu jauh ke Batam. UMKM bisa masuk dalam rantai pasok global agar meningkatkan peluang UMKM kita bisa naik kelas,” kata Tuty dikutip Senin (25/9/2023).

Namun, Tuty juga berharap publik dapat mencermati apabila Proyek Strategis Nasional (PSN) ini terhambat, akan menimbulkan banyak pula performa tidak baik atau dampak negatif.

Investasi

“Investasi ini sangat besar. Kita sedang berkompetisi (dengan negara tetangga) untuk mendapatkan Investasi Rp174 triliun untuk Xinyi Group dan Rp381 Triliun untuk PT. MEG. Sedangkan rata-rata total investasi di Batam saja per tahun adalah sebesar Rp13,63 triliun,” kata Tuty.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kehadiran Xinyi, dapat menarik investasi lainnya, sehingga tercipta ekosistem usaha yang berdampak bagi Kawasan (multiplier effect).

“Pengembangan yang dilakukan akan terus mengedepankan kearifan lokal. Sehingga bukan hanya daerahnya yang akan maju, melainkan masyarakat akan terangkat pula. Kita tentu tidak berharap sebaliknya, bahwa Tidak terciptanya ekosistem investasi di Kawasan yang berpotensi, menyebabkan stagnasi ekonomi wilayah tersebut,” terang Tuty.

Tuty pun berpesan bahwa investasi ini telah menjadi perhatian khalayak luas.

“Sejumlah penolakan yang terjadi, dapat membuat citra Batam (Indonesia) buruk dalam dunia investasi dan menurunkan tingkat kepercayaan investor terhadap Batam dan nama Indonesia secara lebih luas,” kata Tuty.

Tenaga Kerja

“Kemudian, yang tak kalah penting adalah terbukanya lapangan kerja seluas-luasnya untuk masyarakat Rempang. Dengan adanya bonus demografi hingga 2040, maka pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja seluasnya bagi generasi usia kerja yang berjumlah 70% dari populasi,” kata Tuty.

Investasi ini, memberikan kesempatan anak penduduk tempatan, memperoleh haknya untuk mendapapatkan Pendidikan yang terpadu dan sukses di daerah sendiri.

“Bila investasi ini hilang, maka belum tentu ada kesempatan yang sama bagi anak muda Rempang untuk mendapat Pendidikan Vokasi Industri, kemudahan beasiswa hingga menjadi tenaga kerja yang skillfull meraih kesempatan berkarier di daerah mereka sendiri. Mereka tak perlu pergi keluar wilayah untuk mencari pekerjaan,” ujar Tuty.

Infrastruktur, Sosial Ekonomi dan Kesehatan

Dari sisi Infrastruktur, Rempang akan tertata rapi dan menjadi wilayah yang maju. Pemerataan pembangunan di Rempang mengalami eskalasi serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.

Pembangunan dermaga akan memudahkan masyarakat nelayan untuk berlayar dan beraktivitas maritim. Taraf Kehidupan sosial di Rempang akan bertumbuh dan merata.

Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City juga akan meningkatkan Kesehatan ekologis dan sosial jangka Panjang.

“Kawasan Parisawata juga akan dikembangkan lebih optimal, sehingga wilayah ini tidak akan mengalami ketertinggalan. Maju namun tidak meninggalkan kearifan lokal yang telah ada,” kata Tuty.

Legalitas Hunian

Terakhir, dengan program dari pemerintah ini, akan tercipta legalitas atas hunian penduduk di Kawasan Rempang dan Galang. Penataan pemukiman penduduk tempatan akan terinteregasi dengan fasilitas dan infrastruktur yang baik.

“PSN Rempang Eco-City ini memberikan kepastian atas legalitas hunian penduduk, sebagaimana yang diharapkan selama ini. Menteri ATR bahkan sudah sampaikan bahwa ATR/BPN akan mengawal ini, sehingga masyarakat akan mendapat legalitas di hunian yang kami siapkan,” kata Tuty.

Siapa Xinyi Group?

Mengutip laman resminya, Xinyi Group didirikan pada 1988 dan berkantor pusat di Hong Kong. Perusahaan ini bergerak pada produksi kaca apung (float glass), kaca mobil, dan kaca arsitektur hemat energi berkualitas tinggi dan telah memiliki jaringan di 130 negara di dunia.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Xinyi Glass Holdings Limited tidak masuk dalam jajaran lima besar produsen kaca dunia.

Dalam laporan Mordor Intelligence, para pemimpin pasar pemain float glass dunia adalah AGC Inc, Nippon Sheet Glass Co., Ltd., Guardian Glass LLC, Sisecam, dan Saint-Gobain.

Menurut Forbes, AGC Inc, perusahaan asal Jepang, mencatatkan pendapat sebesar US$15,4 miliar dan aset senilai US$23,2 miliar, serta laba US$1,1 miliar pada 2022.

Terpaut cukup jauh, Xinyi Glass Holdings Limited mencatatkan pendapatan senilai US$3,9 miliar dan aset US$7,2 miliar, serta laba US$1,5 miliar pada 2022.

Xinyi Glass juga tidak masuk dalam jajaran 15 besar perusahaan kaca di dunia menurut versi laporan Pmarketresearch 2023. Posisi pertama ditempati oleh perusahaan asal Prancis, Saint-Gobain Company dengan pendapat senilai US$44,6 miliar pada 2020.

Kemudian, diikuti PPG Industries Company dengan pendapatan senilai US$17,65 miliar pada 2022.

Berikut daftar 15 besar perusahaan kaca dunia versi Pmarketresearch:

  1. Saint Gobain Company
  2. PPG Industries Company
  3. Corning International Company
  4. AGC Glass Company
  5. Kyocera Company
  6. Nippon Sheet Glass Company
  7. Guardian Industries Company
  8. Fuyao Glass Company
  9. Vitro Glass Company
  10. China Glass Holdings Company
  11. Pilkington Glass Company
  12. Cornwall Glass Company
  13. Beijing Glass Company
  14. Sichuan Shubo Group
  15. Murata Company

Namun demikian, Xinyi Solar Holdings Limited yang dimiliki 23 persen sahamnya oleh Xinyi Glass, tercatat sebagai salah satu produsen kaca penutup panel surya terbesar di dunia.

Laporan South China Morning Post, pada Rabu (20/9/2023), Xinyi Solar Holdings Limited, merupakan produsen kaca penutup panel surya terbesar di dunia, dengan sekitar 30 persen pangsa pasar global, menurut JP Morgan Asia Pacific Equity Research.

Xinyi Solar memiliki enam produksi kaca fotovoltaik utama, yang terletak di Kota Wuhu di Provinsi Anhui, Kota Beihai di Provinsi Guangxi, Kota Hangjiagang di Provinsi Jiangsu, Kota Tianjin di China, dan Kota Malaka di Malaysia.

Hingga 30 Juni 2023, total kapasitas peleburan harian mencapai 21.800 ton.

Sementara itu, berdasarkan data Mirae Asset Daewoo Research 2021, Xinyi Solar menempati posisi pertama produsen kaca solar photovoltaic (PV) atau panel surya di dunia dengan market share 27 persen pada 2019 dan 30 persen pada 2020. Diikuti oleh Flat Glass Group, IRICO Group, Jinxin Energy, dan lainnya.

Berikut daftar produsen kaca solar PV dengan market share terbesar secara global (berdasarkan kapasitas):

  • Xinyi Solar (27 persen)
  • Flat Glass (19 persen)
  • IRICO (8 persen)
  • CNBM (7 persen)
  • Jinxin Energy (7 persen)
  • Ancai Hi-Tech (6 persen)
  • CSG (5 persen)
  • AVIC Sanxin (3 persen)
  • Lainnya di China (11 persen) Lainnya di luar China (7 persen)

*Data 2019 Sumber: Mirae Asset Daewoo Research 2021

(AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BatamBP BatamPulau RempangRempang Eco-CityXinyi Group
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.