• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp30 Triliun, Perusahaan China Garap Nikel dan Kobalt di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
June 4, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp30 Triliun, Perusahaan China Garap Nikel dan Kobalt di Indonesia

Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Teluk Weda, Pulau Halmahera. Dok

ASIATODAY.ID, ZHEJIANG – Perusahaan China terus memperluas investasinya di sektor Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia.

Kali ini, Zhejiang Huayou Cobalt Co. China mengatakan pada Senin (24/5/2021) bahwa pihaknya akan bermitra dengan produsen baterai kendaraan listrik EVE Energy dan lainnya dalam proyek nikel dan kobalt dengan nilai investasi USD2,08 miliar atau Rp30 triliun di Indonesia.

Perusahaan juga mengeluarkan USD210 juta untuk kepemilikan di produsen bahan baterai China Tianjin B&M Science and Technology Co (B&M) karena perusahaan melakukan investasi di seluruh rantai pasokan baterai yang dapat diisi ulang.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Investasi tersebut dipusatkan di Teluk Weda, Pulau Halmahera dimana Huayou sudah bermitra dengan Tsingshan Holding Group dalam proyek nikel sulfat.

“Perusahaan akan akan menghasilkan 120.000 ton nikel dan 15.000 ton kobalt setiap tahun berdasarkan kandungan logam,” kata Huayou dalam laporannya ke Shanghai Stock Exchange.

Huayou akan memegang 20 persen kepemilikan dari usaha Indonesia melalui PT Huayou Nickel Cobalt. Ini adalah proyek peleburan nikel baterai ketiga dari produsen kobalt di Indonesia, yang menjadi pusat penting untuk bahan kimia baterai.

EVE akan memiliki 17 persen saham, sedangkan mitra lainnya adalah Yongrui Holdings dengan 31 persen saham, Glaucous International Pte Ltd dengan 30 persen saham dan Lindo Investment Pte Ltd dengan 2,0 persen saham.

Yongrui dimiliki sepenuhnya oleh Yongqing Technology Co, anak perusahaan Tsinghan, produsen nikel terbesar di Indonesia dan pembuat baja tahan karat terbesar di dunia.

“Sementara Huayou hanya memegang 20 persen saham dalam proyek tersebut, kami ingin menyoroti bahwa proyek ini berukuran besar,” kata Daiwa Capital Markets dalam sebuah catatan.

Laporan Huayou tidak menyebutkan kapan proyek akan mulai beroperasi.

“Perusahaan juga akan menjadi bagian dari konsorsium yang dipimpin oleh LG Korea Selatan yang membangun pabrik baterai senilai USD1,2 miliar di dekat Jakarta,” kata Menteri investasi Indonesia Bahlil Lahadalia pada Senin (24/5/2021).

Dalam laporan terpisah pada Minggu (23/5/2021), Huayou mengatakan akan membayar Hangzhou Hongyuan Equity Investment senilai 1,35 miliar yuan (USD210 juta) untuk 38,62 persen saham di B&M. Induk perusahaan Huayou juga akan mentransfer hak suara untuk 26,4 persen sahamnya di B&M kepada Huayou, yang secara efektif memberinya kendali atas perusahaan yang ingin diakuisisi pada 2019 sebelum membatalkan rencana tersebut. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelIndonesia Weda Bay Industrial ParkKerjasama Indonesia-ChinaKobaltTsingshan Corp
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.