• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp513 Triliun, BMW Bangun Industri Mobil Masa Depan 

by Redaksi Asiatoday
March 20, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp513 Triliun, BMW Bangun Industri Mobil Masa Depan 

BMW. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – BMW Group menyiapkan investasi senilai 30 miliar euro atau sekitar Rp513 triliun hingga 2025 untuk membiayai penelitian dan pengembangan inovasi industri otomotif masa masa depan.

Ketua Dewan Manajemen BMW AG, Oliver Zipse mengatakan, kemampuan untuk mengintegrasikan beragam teknologi sangat penting bagi masa depan industri mobil di dunia.

“Perusahaan-perusahaan yang mampu mengembangkan dan menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak dalam ukuran yang sama, akan membentuk masa depan industri mobil. Dalam hal ini, kami cukup jelas berada di jalur cepat,” jelas dia melalui keterangan tertulisnya yang dikutip Jumat (20/3/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Oliver Zipse memandang, keputusan strategis tersebut akan memberikan manfaat bagi BMW. Pasalnya, hal itu mampu memberikan keunggulan kompetitif selama fase perubahan berlangsung.

“Kami mengambil langkah tegas dalam bidang strategis yang relevan pada waktu yang tepat dan sekarang berniat memanfaatkan keunggulan kompetitif kami untuk memisahkan diri dari tren industri,” jelas Zipse.

BMW Group juga menekankan aspek penting pencapaian target emisi dengan berfokus pada mobil elektrik.

Untuk meraih itu, kata Zipse, sekitar 46.000 karyawan telah menerima pelatihan di bidang mobil listrik selama delapan tahun terakhir.

Zipse menyatakan akses ke bahan baku mobil listrik juga telah diamankan secara strategis. Sejak awal 2020, BMW Group mewujudkan pengadaan kobalt dan lithium yang dibutuhkan secara langsung dan meneruskan sumber daya itu ke pemasok pembuatan sel baterai.

Pada saat yang sama, BMW Group tetap meyakini pentingnya berfokus pada kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, inovasi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Teknologi baru adalah kunci menuju masa depan mobil. Hingga tahun 2025, kami bermaksud menginvestasikan lebih dari 30 miliar euro dalam penelitian dan pengembangan untuk menegaskan posisi kami sebagai pemimpin inovasi dunia,” tandasnya Zipse. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: BMWBMW IndonesiaInvestasi BateraiMobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.