• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp54 Triliun, Tesla Bangun Pabrik Baterai dan Truk Semi di Nevada

by Redaksi Asiatoday
January 26, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Lampaui GM dan Ford, Tesla Jadi Perusahaan Mobil Paling Bernilai di Amerika

Produsen mobil listrik, Tesla. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tesla mengucurkan senilai US$3,6 miliar atau sekitar Rp 54 triliun untuk membangun dua pabrik baru di kompleks pabrik giga Reno, Nevada, dan mempekerjakan 3.000 pekerja tambahan.

Angka tersebut lebih besar dari investasi awal perusahaan sebesar US$3,5 miliar ketika membuat komitmen untuk membangun fasilitas di kompleks tersebut pada 2014.

Salah satu pabrik baru di Nevada akan memproduksi baterai tipe 4680, sementara yang lain akan menjadi pabrik pertama Tesla yang memproduksi Truk Semi secara massal.

RelatedPosts

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Pembuat mobil tersebut mengirimkan Truk Semi produksi pertamanya ke Pepsi pada Desember 2022, lima tahun setelah pertama kali memamerkannya dan setelah beberapa penundaan.

Tesla saat ini hanya memproduksi truk dalam jumlah terbatas, tetapi sudah lama berencana untuk memulai produksi massal di Nevada.

Truk Semi perusahaan menggunakan energi kurang dari dua kWh per mil dan dapat menempuh jarak antara 300 dan 500 mil dengan sekali pengisian daya.

Tesla mengklaim pemilik akan menikmati penghematan bahan bakar yang diperkirakan hingga US$200 ribu dalam tiga tahun pertama.

Sementara pabrik baterai tipe 4680 akan membantu Tesla mencapai tujuan untuk memangkas biaya baterai hingga setengahnya dan meningkatkan produksi agar dapat menjual 20 juta kendaraan listrik pada tahun 2030.

Tesla memperkenalkan baterai tipe 4680 – dinamai demikian karena selnya berukuran 46mm kali 80mm – sebagai opsi berkapasitas lebih tinggi tetapi lebih murah untuk menggerakkan kendaraannya.

Namun, menurut Reuters, perusahaan mengalami masalah dalam meningkatkan produksinya karena teknik pelapisan kering yang digunakan untuk melapisi selnya.

Tesla tidak mengatakan bagaimana mengatasi masalah tersebut, tetapi dikatakan bahwa pabrik baru akan memiliki cukup kapasitas memproduksi baterai tipe 4680 untuk 1,5 juta kendaraan tugas ringan setiap tahun, demikian disiarkan Engadget, Rabu (25/1/2023). (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Industri BateraiTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.