• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Investasi Rp847 Triliun, 9 Perusahaan China dan PLN Jalin Kerja Sama Energi Terbarukan

by Redaksi Asiatoday
October 17, 2023
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp847 Triliun, 9 Perusahaan China dan PLN Jalin Kerja Sama Energi Terbarukan

Upacara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan energi baru terbarukan (EBT) antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Indonesia dengan 9 perusahaan asal China. Foto PLN

ASIATODAY.ID, BEIJING – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan sembilan (9) perusahaan asal China.

Potensi valuasi kerja sama, termasuk pendanaan, mencapai sekitar US$54 miliar setara dengan Rp847,8 triliun.

Penandatanganan itu dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping pada 15-18 Oktober 2023.

RelatedPosts

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

President Prabowo to Launch CATL-Antam Battery Megaproject in July

Mitsubishi Power and LNGPH Sign Long-Term Deal for Gas Turbine

Kesepakatan itu diraih pada momentum Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing, China.

Kesembilan MoU itu di antaranya berasal dari kerja sama dengan State Grid Corporation of China (SGCC), Trina Solar China, The Export-Import Bank of China, Sinosure, Bank of China, Industrial and Commercial Bank of China, State Development & Investment Corp. Ltd, Huawei Tech Investment, dan China Energy International Group.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengapresiasi kerja sama perseroan dengan perusahaan-perusahan energi kelas dunia yang ada di China. Dengan adanya forum ini, Darmo mengatakan, kerja sama antarpihak akan semakin kuat.

Darmawan mengatakan, kerja sama dengan SGCC merupakan wujud kolaborasi bersama untuk dapat bergerak maju dalam transisi energi.

“PLN berharap melalui kerja sama ini, SGCC dan PLN dapat saling memperkuat satu sama lain. Bersama-sama, kita akan membangun jalur transmisi supergrid ramah lingkungan, smart grid, dan memperluas kemitraan ke depan,” kata Darmawan seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (17/10/2023).

Nantinya, kerja sama antara PLN dan SGCC juga mencakup studi bersama dalam pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan tenaga listrik, integrasi jaringan listrik hingga manajemen jaringan cerdas untuk meningkatkan sistem tenaga listrik yang andal, berkualitas dan ekonomis.

Tidak hanya dengan SGCC, kerja sama PLN juga dilakukan dengan investor asal China lainnya, yaitu Trina Solar.

PLN melalui PLN Indonesia Power Renewables melakukan joint venture dengan Trina Solar, Sinar Mas, dan Agra Surya Energi untuk pembangunan pabrik sel dan panel surya terbesar se-Indonesia di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

“Trina Solar ini perusahaan terkemuka dengan teknologi masa depan. Bersama-sama, kami telah meluncurkan joint venture manufaktur solar PV. Kami akan memperluas kapasitas dan produksi untuk memasok pasar solar PV skala besar di Indonesia,” kata dia.

Darmawan melanjutkan, pembangunan manufaktur solar PV di Kendal menunjukkan semangat kolaborasi yang terus diusung PLN. Kerja sama itu untuk memaksimalkan potensi energi surya di Indonesia yang besar, mencapai 207 gigawatt (GW).

Kolaborasi seperti ini diharapkan bisa mengakselerasi skenario transisi energi pemerintah Indonesia yang ambisius, dengan target 75 persen penambahan kapasitas energi berasal dari energi terbarukan dan 25 persen sisanya dari gas alam pada 2040.

Kesepakatan ini merupakan komitmen PLN guna mendukung pemerintah yang gencar mengundang investasi ke Tanah Air di bidang energi baru terbarukan.

Adapun, China-Indonesia Business Forum yang merupakan bagian dari The Third Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) yang diinisiasi oleh Chamber of Commerce Committee China.

BRF bertujuan menjalin kolaborasi dunia internasional yang meliputi konsultasi ekstensif, kontribusi bersama yang menguntungkan, menjalin kerja sama terbuka, hijau, bersih, dan berstandar tinggi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Belt and Road InitiativeGreen EnergyKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.