• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi US$50 Juta, Indonesia-Norwegia Garap Perikanan Berkelanjutan

by Redaksi Asiatoday
October 18, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bappenas Rumuskan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan

Potensi perikanan laut Indonesia yang melimpah. Foto : KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Konsorsium perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia menandatangani perjanjian kerja sama budi daya ikan terpadu di sela-sela kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Ferry Budiman selaku Direktur PT El Rose Brothers dan Gisle Larsen selaku Direktur Sterner AS di Tangerang, Banten, pada Rabu (16/10/2019).

Perjanjian itu merintis jalan bagi investasi yang cukup signifikan dalam mengembangkan bisnis budi daya perikanan (onshore fishfarming) berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) di Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Teknologi RAS merupakan komponen penting dalam produksi makanan yang rendah karbon dan berkelanjutan di masa mendatang.

Fasilitas berbasis teknologi RAS milik Sterner memungkinkan produksi berdasarkan jaminan kualitas, keterlacakan, dan pertumbuhan terkelola untuk menciptakan lingkungan yang nol pemborosan dan rendah karbon.

PT El Rose Brothers akan memulai pembangunan fasilitas RAS tersebut di Yogyakarta pada 2020 dengan rencana kapasitas produksi tahap pertama 2.500 ton per tahun produk ikan kakap putih. Proyek itu direncanakan mendatangkan investasi US$50 juta.

“Proyek kemitraan ini dapat menjadi landasan untuk memadukan investasi asing dan teknologi RAS dan pengolahan air bersih milik Sterner AS di Indonesia,” ujar Gisle Larsen dikutip melalaui keterangan tertulis KBRI Oslo yang diterima di Jakarta pada Jumat (18/10/2019).

Ferry Budiman optimistis akan menjadi yang terunggul dalam hal produksi produk perikanan yang berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen

“Kami memang bertujuan menjadi produsen produk perikanan dengan fasilitas onshore (kawasan daratan) dalam 5 tahun mendatang yang akan menyediakan produk untuk pasar domestik maupun global,” kata Ferry.

Duta Besar RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis yang turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut mengingatkan agar proyek tersebut memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku di Indonesia dan dapat segera beroperasi. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Kerjasama Indonesia-NorwegiaTrade Expo Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.