• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi USD1,8 Miliar, Freeport dan Tsingshan Kolaborasi Bangun Smelter Maret 2021

by Redaksi Asiatoday
December 14, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi USD1,8 Miliar, Freeport dan Tsingshan Kolaborasi Bangun Smelter Maret 2021

Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Tshingshan Steel, investor China akan menandatangani kerja sama pembangunan pabrik pemurnian atau smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Maret 2021 mendatang.

Smelter tersebut akan menelan investasi sebesar USD1,8 miliar.

“Kami senang dengan kesepakatan tersebut. Saat ini, kedua pihak (Freeport dan Tshingshan) masih dalam tahap pembahasan rinci,” kata Luhut seperti dikutip dari Asia Times, Senin (14/12/2020).

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Saat ini, tersedia beberapa opsi untuk lokasi smelter tembaga PT Freeport Indonesia.

Pertama, memperluas pabrik peleburan tembaga Mitsubishi Material Corporation yang ada di Gresik, Jawa Timur. Pilihan lainnya yakni membangun smelter tembaga yang jauh lebih mahal di kawasan industri terdekat, atau memindahkan seluruh proyek ke Halmahera.

Menurut laporan Asia Times, Luhut dan sumber lainnya yang mengetahui kesepakatan tersebut menyatakan, Tshingshan telah sepakat untuk menyelesaikan smelter dalam waktu 18 bulan.

Di sisi lain, Freeport dan Mitsubishi telah sepakat untuk memperluas smelter yang saat ini dioperasikan PT Smelting di Gresik senilai USD250 juta. Hal tersebut dapat dilihat sebagai tanda komitmen Freeport terhadap pengolahan konsentrat perseroan di dalam negeri.

Mitsubishi dan Freeport sendiri telah menyetujui nota kesepahaman (MoU) pada 13 November 2020, untuk menambah 300 ribu kapasitas pengolahan, dari 1 juta metrik ton per tahun menjadi 1,3 juta metrik ton per tahun.

Tapi menurut sumber yang diterima Asia Times menyampaikan, Freeport tetap siap, meski enggan untuk membangun smelter baru jika kesepakatan dengan Tsingshan gagal terlaksana.

Freeport juga berkomitmen untuk membangun kilang logam mulia di lokasi yang sama pasca izin ekspornya untuk anode slime berakhir. Anode slime merupakan sedimen yang kaya akan emas, perak, selenium dan telurium yang tersisa dari proses peleburan (smelting).

Opsi PT Freeport

PT Freeport Indonesia (PTFI) membuka opsi untuk membangun pabrik pemurnian atau smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Saat ini PT Freeport tengah membahas potensi kerja sama dengan investor asal CHina , Tsingshan Steel yang merupakan salah satu investor di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berlokasi di Halmahera.

“Memang benar bahwa kami di-approach (didekati) oleh Tsingshan yang berkeinginan juga untuk membangun pabrik tembaga di Halmahera dan kami masih dalam tahap pembicaraan,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dikutip dari Antara, Jumat (11/12/2020).

Pemerintah sebenarnya membuka dua pilihan untuk lokasi smelter tembaga PT Freeport Indonesia. Pertama adalah di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Sedangkan pilihan kedua bertempat di Kawasan Industri Weda Bay milik PT IWIP, Halmahera Tengah.

Perwakilan dari pemerintah dalam hal ini Mining Industry Indonesia (MIND ID) sebagai holding milik BUMN, melalui Direktur Utama Orias Petrus Moedak mendukung rencana PT Freeport Indonesia untuk menggandeng Tsingshan tersebut dan memilih lokasi di Weda Bay.

Namun Orias mensyaratkan bahwa biaya pembangunannya nanti harus lebih kecil dibanding hitungan awal di Gresik yang membutuhkan investasi sebesar USD 3 miliar, di mana MIND ID selaku induk usaha harus menanggung beban USD 1,2 miliar hingga USD 1,5 miliar.

Sedangkan jika smelter tersebut dibangun di Weda Bay, nilai proyeknya diperkirakan akan turun menjadi USD 1,8 miliar.

“Kami mendukung (smelter di Halmahera). Tapi saat ini semua masih dalam tahap awal pembicaraan,” kata Orias dalam kesempatan yang sama. (ATN)

Tags: Freeport IndonesiaInvestasi smelterPT IWIPTsingshan Corp
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.