• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi USD7,6 Miliar, Mercedes dan CATL Kolaborasi Bangun Pabrik Baterai di Hungaria

by Redaksi Asiatoday
August 12, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perusahaan China, CATL dan Perusahaan AS, Ford Kolaborasi EV di Seluruh Dunia

Kawasan industri Contemporary Amperex Technology Co., Limited ("CATL"). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Mercedes-Benz Group AG berkolaborasi dengan produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) untuk membangun pabrik baterai di Hungaria.

Pabrik ini akan menelan investasi senilai 7,3 miliar euro atau setara USD7,6 miliar.

CATL mengatakan, pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 100 gigawatt-hour (GWh), setara dengan lebih dari 1 juta mobil. Pabrik ini juga akan ditenagai oleh energi terbarukan.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Produsen baterai asal China tersebut melanjutkan, pabrik rencananya dibangun di Debrecen dan dekat dengan fasilitas produksi BMW AG, Stellantis NV, dan Volkswagen AG. Ketiga produsen mobil tersebut juga akan menjadi pembeli dari baterai produksi perseroan.

“Tidak ada keraguan bahwa pabrik kami di Debrecen akan memungkinkan kami untuk lebih mempertajam keunggulan kompetitif kami, merespons pelanggan kami dengan lebih baik di Eropa, dan mempercepat transisi mobil listrik di Eropa,” kata founder dan chairman CATL Robin Zeng seperti dikutip Bloomberg, Jumat (12/8/2022).

Wakil Menteri Luar Negeri Hungaria Levente Magyar mengatakan pabrik Mercedez-CATL tersebut akan menjadi investasi terbesar di Hungaria dan akan menciptakan sekitar 9.000 lapangan kerja pekerjaan. CATL tidak mengatakan kapan produksi akan dimulai.

Mercedes mengungkapkan baterai yang diproduksi akan digunakan di mobil listrik perseroan generasi mendatang, yang mulai dijual sekitar tahun 2025.

Sejumlah produsen mobil termasuk VW dan Stellantis telah memulai rencana ambisius untuk memproduksi baterai, yang sebagian besar bekerja sama dengan mitra, untuk memastikan pasokan komponen inti mobil listrik ini.

VW tengah membangun enam fasilitas produksi di Eropa, sementara Mercedes telah bergabung dengan Stellantis dan TotalEnergies SE dalam untuk mendirikan joint venture senilai 7 miliar euro dan sedang mengejar total delapan fasilitas secara global.

Uni Eropa juga mendorong rantai pasokan baterai regional yang mengurangi ketergantungan terhadap dominasi produsen baterai Asia.

“Pabrik CATL di Eropa yang baru di Hungaria ini merupakan tonggak untuk peningkatan produksi EV kami bersama dengan mitra utama kami,” kata chief technology officer Mercedes Markus Schaefer.

Mercedes pertama kali menjalin kemitraan dengan CATL pada 2020, sementara BMW adalah pelanggan untuk pabrik baterai CATL di Erfurt, Jerman, yang akan mulai berproduksi pada akhir tahun ini.

Investasi CATL di Hungaria mengikuti serangkaian pengumuman lain dari perusahaan di lokasi baterai baru, termasuk investasi 14 miliar yuan (US$2 miliar) di provinsi Shandong China timur dan proyek baterai 13 miliar yuan di basis utama CATL di provinsi Fujian.

CATL juga telah mempertimbangkan investasi hingga US$5 miliar baik di Meksiko atau AS, meskipun pengumuman itu telah ditunda setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi melakukan perjalanan ke Taiwan. (ATN)

Tags: CATLIndustri BateraiMercedes-Benz
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.