ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para investor Jepang menyatakan ketertarikan untuk menanamkan investasinya pada aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia.
Demikian disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir usai mendapat kepastian Japan Bank for International Cooperation (JBIC) siap mendukung Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dengan menginvestasikan USD4 miliar atau Rp57 triliun.
“Para investor Jepang sangat mendukung upaya kita untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset-aset BUMN,” ujar Erick dalam keterangannya yang dikutip Minggu (6/12/2020).
Menurut Erick, pendanaan dari Jepang tersebut bakal digunakan untuk pengelolaan aset BUMN yang terdiri dari beberapa sektor strategis.
Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau disebut Nusantara Investment Authority (NIA) ialah lembaga yang akan berfungsi mengelola investasi dan menunjang pembangunan ekonomi Indonesia. Lembaga tersebut dibangun usai Undang-Undang Cipta Kerja disahkan pada awal Oktober lalu.
“Sehubungan dengan rencana pendanaan dan kerja sama dengan beberapa lembaga internasional pada awal 2021, kami sedang mempersiapkan beberapa aset infrastruktur strategis yang sedang dikerjakan BUMN seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan laut,” jelas Erick.
Seperti diketahui, delegasi pemerintah Indonesia yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Jepang sejak Rabu (2/12) lalu. Mereka bertemu dengan Penasehat Perdana Menteri Jepang Izumi Hiroto dan beberapa investor dari Negeri Sakura itu.
“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar 4 Miliar USD (Rp.57 Triliun), dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC) – Lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat,” kata Luhut, Jumat (4/12).(ATN)
