ASIATODAY.ID, TEHERAN – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf pada Senin (23/1/2023) menyerukan perluasan kerja sama dengan Rusia, di saat kedua negara menghadapi sanksi Amerika Serikat (AS) yang “kejam”, seperti dilaporkan Kantor Berita Pelajar Iran, dilansir Xinhua.
Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf dalam sebuah konferensi pers gabungan di Teheran dengan Ketua Duma Negara Rusia Vyacheslav Volodin yang sedang berkunjung.
Setelah pertemuan ketiga Komisi Parlementer Gabungan Tertinggi Iran dan Rusia, Qalibaf dalam konferensi pers itu mengatakan bahwa sanksi AS yang “kejam” merupakan ancaman terbesar bagi Iran, Rusia, dan beberapa negara lain.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas perluasan kerja sama, investasi di sektor minyak dan gas, serta pertukaran gas (gas swap).
Mereka juga membahas kerja sama di bidang pertanian, perdagangan serealia, penerapan teknologi modern, transportasi, serta di bidang perbankan dan moneter.
Qalibaf menyerukan kepada bank-bank Iran dan Rusia untuk membuka cabang di kedua negara, sehingga memungkinkan penggunaan mata uang nasional masing-masing dalam perdagangan bilateral dan transaksi bisnis.
Sementara itu, Volodin mengatakan bahwa hubungan antara Rusia dan Iran telah mencapai “tingkat yang sangat baik” dan telah berkembang di tingkat yang berbeda.
Dirinya menambahkan bahwa sebuah kontrak komprehensif sedang dipersiapkan untuk ditandatangani antara kedua negara, yang akan meningkatkan secara signifikan hubungan Rusia dan Iran.
Mengomentari sanksi AS yang dijatuhkan pada Rusia dan Iran, Volodin mengatakan bahwa sanksi tersebut hanya mengarah pada solidaritas yang lebih besar antara Rusia dan Iran.
Volodin tiba di Teheran pada Minggu (22/1) malam waktu setempat, memimpin rombongan pejabat Rusia. (AT Network)
Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News
Discussion about this post