• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

IUCN Ungkap Gelombang Kepunahan Massal Satwa Liar di Planet Bumi

by Redaksi Asiatoday
January 22, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Earth Alliance Siapkan Rp71 Miliar Atasi Kebakaran Amazon

Kebakaran Hutan Amazon. Dok

ASIATODAY.ID, PARIS – Sebuah hasil studi yang sangat mencengangkan di diungkap oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Perubahan iklim telah menciptakan dampak mengerikan bagi kehidupan spesies satwa liar di planet bumi.

Laporan IUCN bertajuk Red List of Threatened Species dan BirdLife International menemukan bahwa kehidupan spesies dan satwa liar sudah berada pada titik di hari-hari terakhir akibat gelombang kepunahan massal.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Di seluruh dunia diperkirakan bahwa lebih dari 500 spesies hewan darat hampir punah dan bisa hilang dalam 20 tahun ke depan.

Laporan tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences, dan mempelajari 29.000 spesies vertebrata darat.

Mereka memperkirakan bahwa jumlah kepunahan dalam dua dekade mendatang kemungkinan akan memakan waktu ribuan tahun jika bukan karena dampak negatif kemanusiaan.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa 99% dari semua organisme hidup yang pernah hidup di bumi sekarang telah punah.

Ekosistem alami planet ini terus berkembang dan seiring perubahan lingkungan, spesies tertentu yang lebih tua akan mulai memudar.

Namun ada beberapa titik dalam sejarah bumi ketika evolusi bertahap menjadi lebih dari revolusi mendadak dan mayoritas spesies hidup di planet ini musnah dalam waktu yang relatif singkat.

Dalam 500 juta tahun terakhir, telah terjadi lima kejadian ketika 75-90% dari semua spesies punah, yang disebut kepunahan massal.

Harus diingat bahwa ‘periode waktu singkat’ dijelaskan dalam istilah geologis, berasal dari periode waktu yang luas sejak awal kehidupan di bumi.

Dengan pemikiran ini, Earth.org menjelaskan bahwa peristiwa kepunahan massal dapat memakan waktu hingga 2,8 juta tahun. (ATN)

Tags: IUCNKonservasi SatwaSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.