• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jakarta Siaga Virus Corona, 115 Orang dalam Pengawasan Ketat

by Redaksi Asiatoday
March 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jakarta Siaga Virus Corona, 115 Orang dalam Pengawasan Ketat

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Penyebaran wabah virus corona (Covid-19) kian diantisipasi di DKI Jakarta. Berbagai langkah mulai diintensifkan untuk mencegah wabah mematikan itu, salah satunya dengan memperketat pengawasan.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, selama kurun waktu satu bulan, ada 115 orang dalam pemantauan khusus terkait virus Corona. Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga tengah mengawasi intens 32 orang.

“Selama satu bulan lebih, di DKI Jakarta ada 115 orang berada dalam pemantauan dan ada 32 orang pasien dalam pengawasan. Ini semua mengikuti kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan,” terang Anies di Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Untuk memperkuat upaya pencegahan wabah itu, Anies pun telah telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta untuk menangani virus Corona.

“Melalui Instruksi Gubernur bernomor 16 Tahun 2020, kita ingin menyikapi Coronavirus yang terjadi di luar Indonesia. Karena dalam beberapa hari ini, ada lebih dari 10 negara yang mengumumkan kasus Coronavirus pertama di negara mereka, mulai dari Selandia Baru sampai Nigeria,” jelas Anies.

Dikatakan, Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2020 itu sebagai bentuk kewaspadaan sekaligus sebagai rujukan dalam menangkal virus Corona di Jakarta. Meski demikian, Anies menegaskan Ingub tersebut bukan satu-satunya cara dalam meningkatkan kewaspadaan terkait virus Corona.

“Instruksi Gubernur bagian dari kewaspadaan dan persiapan kita jika terjadi kasus Corona di Jakarta. Wabah COVID-19 ini sesuatu yang harus kita antisipasi secara serius. Sekali lagi, saya tegaskan, Ingub ini bukanlah satu-satunya,” urai Anies.

Anies mengungkapkan, Provinsi DKI Jakarta juga akan membentuk tim tanggap COVID-19. Tim tersebut akan dipimpin oleh Asisten Kesra Pemrov DKI Jakarta.

“Sejauh ini, kita sedang dalam proses pembentukan tim tanggap virus corona. Tim ini diketuai oleh Asisten Kesra, nantinya akan menjadi pusat kendali untuk pemantauan, pencegahan, dan pengendalian,” tandas Anies. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Anies BaswedanChina VirusCorona AsiaJakartaVirus CoronaVirus Pneumonia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.