• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Jepang Desak G7 Bantu Negara Berkembang Kurangi Emisi Karbon

by Redaksi Asiatoday
April 15, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Desak G7 Bantu Negara Berkembang Kurangi Emisi Karbon 1

Emisi karbon dan pencemaran udara yang bersumber dari pembangkit batubara. Dok World Bank

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Ekonomi dan Perdagangan Jepang, Yasutoshi Nishimura mendesak G7 untuk membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi emisi karbon, khususnya pembiayaan dekarbonisasi di industri-industri yang selamat ini sulit berkurang emisinya.

Nishimura menyampaikan hal itu dalam pertemuan para menteri dari negara-negara Group of 7 (G7) di Sapporo, Jepang pada Sabtu (15/4/2023). Pertemuan dua hari tersebut merupakan bagian dari presidensi G7 Jepang tahun ini.

Nishimura menegaskan bahwa 7 negara dengan ekonomi terkaya itu harus bertindak untuk membantu negara-negara berkembang mengurangi emisi, termasuk pembiayaan dekarbonisasi dalam industri yang selama ini sulit dikurangi.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Kami, G7, tidak hanya perlu mengurangi emisi kami sendiri, tetapi juga mengambil tindakan nyata untuk mencapai pengurangan emisi secara global,” ujar Nishimura pada Sabtu (15/4/2023) dilansir dari Reuters.

Dikatakan, dukungan dari G7 itu harus termasuk bagi negara-negara di belahan dunia selatan (global south).

Menurut Nishimura, para menteri ingin membahas cara pembiayaan pengurangan karbon dalam industri seperti bahan kimia, perkapalan dan baja. Mereka berpandangan bahwa semakin pentingnya mineral kritis untuk transisi energi bersih dan kebutuhan untuk mencegah risiko ekonomi dan keamanan akibat rantai pasok yang rentan dan termonopolisasi.

Senior Associate E3G, sebuah lembaga think tank perubahan iklim, Alden Meyer menilai bahwa isu emisi di negara berkembang telah lama menjadi perhatian negara maju. Namun, negara-negara terkaya perlu berbuat lebih banyak untuk membantu negara-negara berkembang mengurangi emisi karbon.

“Ada tanggung jawab bagi G7 dan negara maju lainnya untuk menyediakan keuangan dan memobilisasi keuangan swasta serta membantu dekarbonisasi negara berkembang,” ujar Meyer dalam pengarahan menjelang dimulainya pertemuan G7.

Menurutnya, perlu ada kepemimpinan yang lebih kuat dari negara-negara G7 dalam memanfaatkan sumber daya keuangan dan teknologi untuk membantu negara berkembang mengurangi emisi. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Emisi KarbonG7Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.