ASIATODAY.ID, TOKYO – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu di Tokyo, Selasa (30/3/2021), menyatakan Jepang adalah salah satu mitra penting Indonesia di bidang ekonomi. Jepang merupakan investor ke-4 terbesar di Indonesia pada 2020 setelah Singapura, dan Hong Kong.
Retno mengapresiasi ekspansi investasi perusahaan otomotif Jepang seperti Toyota, Mitsubishi, Honda, dan Suzuki.
“Saya mendorong relokasi perusahaan Jepang ke Indonesia. Kemudian menjadikan Indonesia sebagai regional hub bagi produk-produk Jepang seperti otomotif, petrochemicals dan industri kaos kaki, di Asia Tenggara,” kata Retno dalam pernyataannya kepada pers secara virtual, kemarin malam.
Retno juga mengundang partisipasi Jepang dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia, dimana pembicaraan awal dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sudah dilakukan. Diharapkan implementasinya dapat segera dilakukan.
Untuk sektor infrastruktur, Retno mengatakan perlunya percepatan proses dan penyelesaian beberapa proyek infrastruktur besar antara lain pembangunan proyek MRT Tahap II, pembangunan Pelabuhan Patimban tahap selanjutnya, dan kelanjutan the Java North Line Upgrading Project.
Pada bidang perdagangan, ujar Retno, Indonesia mengharapkan perundingan Protokol Perubahan untuk Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dapat segera diselesaikan.
“Secara khusus saya kembali mengharapkan Jepang untuk dapat mengakui standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO),” kata Retno.
Menlu juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama pengembangan sumber daya manusia melalui program pengembangan kapasitas untuk pekerja Indonesia agar dapat memenuhi standar industri dan perusahaan Jepang, fasilitasi akses untuk tenaga kerja spesifik melalui revisi nota kesepahaman (MoU) kedua negara, dan mendorong program internship (magang) di Perusahaan Jepang yang berada di Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Tokyo yang dilakukan bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menlu Retno juga melakukan pertemuan terpisah dengan Chairman Nippon Foundation dan Japanese Special Envoy for National Reconciliation in Myanmar, Sasakawa Yohei.
Dalam pertemuan dengan Sasakawa, Menlu Retno mengangkat tentang kerja sama Nippon Foundation dengan berbagai provinsi di Indonesia dan di berbagai sektor, antara lain di bidang pendidikan, kelautan dan bidang kesehatan. Nippon Foundation telah melakukan kerja sama dengan Indonesia sejak tahun 1976. (ATN)
