• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Larang Masuk Warga dari Amerika, China, Korsel dan Eropa

by Redaksi Asiatoday
March 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jepang Larang Masuk Warga dari Amerika, China, Korsel dan Eropa

Negara Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO – Pemerintah Jepang memperluas larangan masuk bagi semua warga negara asing dan juga warga Jepang yang belum lama ini mengunjungi Amerika Serikat, China, Korea Selatan, dan sebagian besar wilayah di Eropa. Perluasan larangan dilakukan demi menekan penyebaran pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) di negeri itu.

Kebijakan terbaru ini berlaku bagi siapapun yang telah mengunjungi negara-negara terdaftar Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari sebelum bertolak menuju Jepang.

Bagi warga Jepang dan asing yang tidak mengunjungi negara-negara terdaftar, harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari begitu tiba di Jepang. Selama masa karantina, otoritas Jepang akan mengawasi kemunculan tanda-tanda gejala covid-19.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jepang juga berencana menaikkan peringatan perjalanan ke level 3 bagi warga Jepang yang hendak berkunjung ke AS, China, Korsel, dan sebagian besar negara di Eropa.

“Semua warga Jepang diimbau untuk menghindari segala bentuk perjalanan ke negara-negara terdaftar,” menurut keterangan sejumlah sumber, dilansir dari Japan Today, Senin (30/3/2020).

Sejumlah area di China dan Korsel seperti provinsi Hubei dan Daegu telah menjadi sasaran dari kebijakan larangan masuk oleh Pemerintah Jepang. Larangan masuk juga diberlakukan Jepang di lebih dari 20 negara Eropa.

Kasus covid-19 telah melonjak di Amerika Serikat dan membuatnya menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi setelah Italia dan China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir AS dapat menjadi pusat pandemi baru covid-19 setelah Eropa.

Peningkatan jumlah kasus covid-19 di Jepang relatif sedikit, namun belakangan terjadi lonjakan di wilayah Tokyo. Hal ini memicu otoritas Jepang memperluas larangan masuk untuk mencegah masuknya covid-19 dari luar negeri.

Bursa Jepang Melemah

Bursa saham Jepang dilaporkan melemah pada perdagangan Senin (30/3/2020) menyusul jumlah kasus virus corona harian baru di Tokyo selama akhir pekan.

Indeks Topix ditutup melemah 1,64 persen atau 23,95 poin ke level 1.435,54, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 2,84 persen atau 41,42 poin ke level 1.418,07.

Seluruh sektor pada indeks Topix melemah, dipimpin oleh sektor elektronik dan produsen mobil. Sementara itu, 1.626 saham melemah, 495 saham menguat, sedangkan 34 saham lainnya stagnan.

Saham Toyota Motor Corp menjadi penekan utama terhadap pelemahan indeks Topix hari ini dengan penurunan 3,3 persen, sementara itu, saham AP Co. mencatat pelemahan terbesar hingga 18,2 persen.

Jepang mencatat 173 kasus baru virus corona (Covid-19) pada hari Minggu (29/3), dengan 68 kasus baru diantaranya berada di Tokyo. Angka ini merupakan penambahan harian terbesar selama ini.

“Jika kasus baru yang ditemukan dalam satu hari melebihi 100 orang di Tokyo, ada kemungkinan pemerintah dapat memberlakukan jam malam,” kata Shoji Hirakawa, kepala analis global di Tokai Tokyo Research Institute, dikutip Bloomberg.

“Pasar akan mulai memperkirakan pelemahan pertumbuhan ekonomi,”lanjutnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19JepangPandemi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.