• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Jepang Minta Indonesia Ekspor 1000 Ton Ikan Tuna 

by Redaksi Asiatoday
February 7, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Produk Perikanan Indonesia Digemari Pasar Vietnam

Ikan Tuna Sirip Biru, salah satu hasil Perikanan Indonesia yang digemari pasar global. Foto : KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Permintaan terhadap hasil Perikanan Indonesia terus berdatangan dari berbagai negara. Salah satu negara yang paling agresif adalah Jepang.

Secara statistik, Jepang memang masih mendominasi sebagai negara tujuan ekspor hasil perikanan Indonesia disusul Vietnam, China, dan Taiwan.

Menurut Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Farida Mokodompit, Jepang bahkan melipatgandakan permintaan untuk ekspor ikan tuna.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Jepang sedang meminta ke kami tahun ini untuk ekspor sebanyak 1.000 ton ikan tuna, itu hanya dari satu buyer,” ujar Farida dalam keterangannya, Jumat (7/2/2020).

Farida menjelaskan, dengan meningkatnya permintaan hasil perikanan, Perum Perindo berharap bisa menjadi salah satu penopang sektor perikanan Indonesia guna memenuhi tingginya permintaan pasar ekspor.

Hal ini penting, sebab Perum Perindo harus menjaga stabilitas harga, sekaligus menyerap ikan dari hasil produksi para nelayan.

“Harapan kita, ketika panen berlimpah maka harga komoditas tersebut tidak turun. Jadi ada nilai tambah yang kami berikan kepada para nelayan dan industri,” jelas Farida.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perum Perindo mengemban misi sosial dan profit oriented.

“Sehingga ketika para nelayan tidak dapat menjual hasil produksi mereka karena terkendala harga atau tidak ada transportasi, kami bisa hadir, bahkan kami diminta untuk membeli. Jadi kami harus bisa beli dan jual,” katanya.

Untuk itu kata Farida, pihaknya berharap pemerintah dapat membantu dalam hal permodalan hingga dukungan regulasi agar misi sosial dan profit oriented yang dipegang Perum Perindo dapat diwujudkan.

Pada tahun ini Perindo menargetkan produksi ikan dan hasil laut sebanyak 28.500 ton. Angka ini baru 0,25 persen dari target produksi nasional sebanyak 15,44 juta ton. Target produksi 28.500 ton ini terdiri dari target perdagangan ikan dan hasil laut sebanyak 25.003 ton, tangkapan 2.013 ton, dan budidaya 1.484 ton.

“Sebanyak 25.000 ton produksi untuk  perdagangan lokal dan sekitar 3000 ton di ekspor,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor Perikanan IndonesiaKerjasama Indonesia-JepangPerikananPerum Perindo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.