• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Terbitkan Obligasi USD1,9 Triliun untuk Stimulus Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi di Indonesia, Jepang Jajaki Skema Dana Abadi

Bank of Japan. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Jepang dilaporkan telah meningkatkan penerbitan obligasi ketiga kalinya untuk tahun fiskal ini, dalam upaya mendanai stimulus ekonomi akibat pandemi coronavirus (Covid-19).

Melansir Bloomberg, sumber yang dekat dengan masalah ini mengungkapkan, penerbitan akan melonjak hingga lebih dari 200 triliun yen (USD1,9 triliun) pada tahun fiskal 2020.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan pada 20 April 2020 memperkirakan penerbitan obligasi tahun ini mencapai 152,8 triliun yen.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Penjualan obligasi yang lebih tinggi juga dimaksudkan untuk memberikan tekanan pada Bank of Japan agar meningkatkan pembelian utangnya dalam rangka mencegah kenaikan imbal hasil yang tajam.

Bank sentral telah meningkatkan pembelian obligasi dengan jangka waktu satu hingga 10 tahun untuk mengurangi dampak dari peningkatan pinjaman pemerintah melalui tenor ini di pasar.

Menurut sumber itu, penerbitan surat utang 6 bulan akan meningkat lebih dari 30 triliun yen. Sisa kenaikan akan tersebar di obligasi dengan jangka waktu mulai dari satu hingga 30 tahun, dengan sebagian besar dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Jepang dikatakan tidak menambah penerbitan obligasi bertenor 40 tahun.

“Ukuran kenaikan lebih dari apa yang diharapkan pasar dan akan membebani sektor jangka pendek hingga menengah di mana selera investor lemah karena imbal hasil negatif mereka,” kata Ekonom pasar senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co. Naomi Muguruma, di Tokyo.

Kementerian Keuangan Jepang telah dua kali menaikkan penerbitan pada April 2020, dengan sebagian besar penambahan berada dalam jatuh tempo yang lebih pendek.

“Pasar mengharapkan BOJ untuk membeli lebih banyak karena langkah-langkah moneternya kurang kuat dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa,” kata Manajer Umum Departemen Pendapatan Tetap di Nissay Asset Management Corp. Eiichiro Miura. (ATN)

Tags: Bank of JapanCorona AsiaCOVID-19Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.