• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Jerman Kucurkan 11,5 Juta Euro Dukung Perhutanan Sosial di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jerman Kucurkan 11,5 Juta Euro Dukung Perhutanan Sosial di Indonesia

Perhutanan Sosial di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Jerman mendukung penuh upaya Indonesia dalam mempercepat Perhutanan Sosial.

Kedua negara sepakat menjalankan Forest Programme V: Social Forestry Support Programme yang dilaksanakan selama 7 tahun dari tahun 2021 hingga 2027 dengan pendanaan sebesar 11,5 juta Euro dan komitmen tambahan sebesar 10 juta Euro.

FP V bertujuan untuk menerapkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan secara sosial, ekologi dan ekonomi di kawasan hutan yang dipilih, untuk memperbaiki kondisi ekosistem dan mata pencaharian masyarakat setempat dengan peningkatkan kapasitas para pihak terkait perhutanan sosial melalui pendekatan hulu – hilir bertumpu pada produktivitas dan nilai tambah, fasilitasi model Perhutanan Sosial berkelanjutan melalui kewirausahaan untuk kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan dan iklim dan memperkuat petunjuk teknis perhutanan sosial di tingkat tapak dengan pendekatan pengembangan wilayah berbasis komoditi Perhutanan Sosial dengan kearifan lokal.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Supriyanto menjelaskan, terdapat 4 lokasi FP V yaitu Kabupaten Sanggau di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sikka di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Garut di Provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten Madiun di Provinsi Jawa Timur.

“Model pengembangan ekonomi wilayah berbasis hutan adat akan dilaksanakan di Sanggau sehingga sumbangan ekonomi berbasis kearifan lokal pada PDRB meningkat,” kata Bambang, dikutip Kamis (30/9/2021).

Bambang menambahkan bahwa model pengembangan 17 Kelompok Tani Hutan di Garut telah mampu merubah pola sayur menjadi kopi agroforestry dan didukung koperasi pengolahan dan pemasaran kopi untuk ekspor mancanegara sehingga cocok untuk sekolah lapang.

“Proses market chain bambu di Sikka dan Ngada dapat  di tingkatkan melalui pembangunan industri pres bambu yang memungkinkan penurunan biaya transportasi ketika mereka menjualnya kepada offtaker bambu lamina di Bali sehingga mereka mendapat nilai tambah ekonomi. Demikian juga di Madiun dengan potensi komoditi porang yang berorientasi kepada ekspor,” jelasnya.

Menurut Bambang, saat ini distribusi akses Perhutanan Sosial di Indonesia telah mencapai 4,73 Juta hektar dan telah terbentuk 7.780 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Dalam rangka mendukung percepatan pemberian persetujuan areal perhutanan sosial dengan target seluas 12,7 juta hektar dan program pemerataan ekonomi dilakukan peningkatan kualitas usaha KUPS.

Bambang menjelaskan bahwa Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat,  Hutan Rakyat, Hutan Adat dan Kemitraan Kehutanan.

“Perhutanan sosial adalah salah satu kegiatan prioritas dalam pembangunan nasional, sebagai kebijakan afirmatif negara untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, dalam kontek distribusi pengelolaan kawasan hutan oleh masyarakat, yang sekaligus sebagai upaya untuk untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya hutan secara lestari dalam aspek ekonomi, sosial dan ekosistem,” pungkas Bambang. (ATN)

Tags: AgroforestryKerjasama Indonesia-JermanKonservasi HutanPerhutanan Sosial
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.