• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jerman Minta NATO tidak Jadi Bagian dari Konflik Rusia-Ukraina

by Redaksi Asiatoday
February 11, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jerman Minta NATO tidak Jadi Bagian dari Konflik Rusia-Ukraina

Kanselir Jerman Olaf Scholz menghadiri sebuah sesi tanya jawab Bundestag (parlemen Jerman) di Berlin, ibu kota Jerman. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, BERLIN – Meskipun memberikan bantuan militer ke Ukraina, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) tidak boleh menjadi bagian dalam konflik negara itu dengan Rusia, kata Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Rabu (8/2).

Dalam pidatonya di majelis rendah parlemen Jerman (Bundestag) menjelang pertemuan khusus Dewan Eropa untuk membahas konflik tersebut, Scholz memperingatkan soal “persaingan publik untuk saling mengalahkan satu sama lain dengan cara yang sama seperti tank tempur, kapal selam, pesawat terbang….”

Ini akan merusak persatuan Barat, tuturnya.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Kami menjaga dan memperkuat kohesi ini dengan menyiapkan sejumlah keputusan secara rahasia terlebih dahulu sebelum mengomunikasikannya,” kata Scholz, mengacu pada keputusan baru-baru ini yang diambil oleh Jerman dan Amerika Serikat (AS) terkait pengiriman tank tempur.

Karena meningkatnya tekanan mitra-mitra di NATO terhadap Jerman untuk memasok artileri berat ke Ukraina, pemerintah Jerman pada akhir Januari memutuskan untuk mengirimkan 14 tank Leopard 2, serta mengizinkan para mitra untuk mengekspor kembali dari stok Leopard mereka. Selain itu, ekspor hingga 178 tank Leopard 1 yang lebih tua pun kemudian disetujui.

AS tak lama kemudian mengikutinya, dengan Presiden Joe Biden mengumumkan pengiriman tank tempur Abrams ke Ukraina.

Namun, para ahli mengatakan akan dibutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum tank Jerman dan AS tersebut dikirimkan.

Vyacheslav Volodin, ketua majelis rendah Rusia, pada bulan lalu memperingatkan bahwa pasokan senjata Barat ke Ukraina akan mengarah pada pembalasan dengan “senjata yang lebih kuat.”

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengulangi permintaannya untuk mendapatkan lebih banyak senjata, serta jet tempur, saat berkunjung ke London pada Rabu.

Inggris merupakan pendukung terbesar kedua bagi Ukraina setelah AS. Tahun lalu saja, Inggris memberikan bantuan militer senilai total hampir 2,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp15.122), dan pemerintah Inggris telah berjanji akan “mempertahankan level pendanaan yang sama pada 2023.”

Pada pertemuan Dewan Eropa mendatang pada 9-10 Februari, Scholz mengindikasikan bahwa sanksi terhadap Rusia akan kian diperketat. Blok itu akan mendukung Ukraina “selama diperlukan,” katanya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: NATO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.