• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Jerman Wajibkan SPBU Sediakan Pengisi Baterai Mobil Listrik

by Redaksi Asiatoday
June 7, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jerman Wajibkan SPBU Sediakan Pengisi Baterai Mobil Listrik

Kota Frankfurt, Jerman. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Jerman akan mewajibkan semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyediakan pengisian daya untuk baterai mobil listrik sebagai upaya untuk mendorong permintaan kendaraan ramah lingkungan.

Langkah ini dapat memberi dorongan signifikan terhadap permintaan kendaraan listrik bersama dengan rencana stimulus yang lebih luas yang mencakup pajak untuk pemilikan kendaraan pembakaran konvensional dan subsidi 6.000 euro bagi kendaraan listrik.

Pengumuman Jerman itu mengikuti rencana Prancis untuk meningkatkan penjualan mobil listrik yang diumumkan minggu lalu oleh Presiden Macron.

RelatedPosts

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

President Prabowo to Launch CATL-Antam Battery Megaproject in July

Spesialis penyimpanan energi The Mobility House, yang investornya termasuk Daimler, dan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, mengatakan bahwa hal ini adalah komitmen yang sangat jelas untuk kendaraan bertenaga baterai dan menetapkan mobilitas listrik sebagai teknologi masa depan.

“Secara internasional, ini menempatkan Jerman dalam kelompok pendukung kendaraan listrik baterai terkemuka,” kata mereka, dikutip Reuters, Minggu (7/6/2020).

Sebagai bagian dari stimulus pemerintah, sebanyak 2,5 miliar euro akan dihabiskan untuk produksi sel baterai dan infrastruktur pengisian yang menjadi bidang perusahaan minyak utama, utilitas, dan pembuat mobil, termasuk Shell, Engie, dan Tesla, berlomba-lomba untuk mendominasi.

Permintaan pelanggan untuk mobil listrik telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang jangkauan operasi kendaraan yang terbatas.

Di Jerman, mobil listrik hanya mengambil porsi 1,8 persen dari registrasi mobil penumpang baru tahun lalu, dengan mobil diesel dan bensin masing-masing menyumbang 32 persen dan 59,2 persen. (ATN)

Tags: Industri BateraiJermanKendaraan ListrikMobil ListrikPrancis
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.