• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

JLL Ungkap Tren Properti di Asia Pasifik 2020

by Redaksi Asiatoday
December 19, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
JLL Ungkap Tren Properti di Asia Pasifik 2020

Tren properti di Asia Pasifik 2020. Foto : JLLIndonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Konsultan properti terkemuka JLL mengungkap lima tren properti di kawasan Asia Pasifik pada 2020.

Tren pertama, permintaan aset logistik yang tinggi.

Menurut CEO of Capital Markets Asia Pacific JLL, Stuart Crow, saat ini minat investor terhadap sektor logistik terus meningkat.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami melihat lebih banyak investor membentuk usaha patungan dengan pemain-pemain besar yang sudah mapan. Beberapa bahkan mengambil sebagian saham atau bahkan masuk ke pasar publik. Contoh baru-baru ini adalah investasi cornerstone oleh Dana Pensiun Kanada OMER’S di platform logistik ESR yang diajukan untuk terdaftar di bursa saham Hong Kong,” terang Crow melalui keterangan resmi, yang diterima Kamis (19/12/2019).

Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan bahwa para investor asing juga banyak yang mengincar peluang investasi pada sektor logistik di Indonesia.

Ia memandang, masih tingginya permintaan ruang gudang khususnya yang memiliki spesifikasi tinggi mendorong minat investor untuk berinvestasi di sektor logistik.

“Industri manufaktur terus mendorong permintaan, sedangkan perusahaan e-commerce merupakan tipikal penyewa yang paling cepat berkembang,” jelasnya.

Tren kedua, adalah Real Estate Investment Trusts (REITs).

Menurut Crow, Asia Pasifik memecahkan rekor baru pendanaan dengan menembus lebih dari US$14 miliar atau meningkat jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

JLL memproyeksi ada lebih banyak penawaran umum perdana di Singapura dan India pada tahun 2020 yang sebagian besar didorong oleh fokus strategi pertumbuhan dan kinerja perdagangan yang konsisten.

“Melihat ke depan, REITs sepertinya akan melanjutkan kinerja perdagangannya yang kuat dan menjadi aset real estat yang sangat kompetitif. Kita bisa saja menyaksikan lebih banyak konsolidasi di sektor ini,” imbuhnya.

Tren ketiga, inisiasi-inisiasi berkesinambungan yang menghadirkan kesempatan-kesempatan investasi, seperti konsep gedung hijau yang ramah lingkungan.

Crow mengungkapkan ke depannya akan ada lebih banyak proyek-proyek gedung-gedung yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

“Kami yakin bahwa pemerintah di kawasan Asia Pasifik sangat sadar akan konsep berkesinambungan dan proaktif dalam mengubah kota-kota di kawasan mereka supaya menjadi kota pintar dan lebih layak bagi penduduknya,” paparnya.

Menurutnya, inisiatif-inisiatif tersebut menghadirkan kesempatan bagi investor real estat yang jeli untuk dapat membeli atau mengembangkan aset-aset yang ramah lingkungan atau menjadi bagian dari proses pengembangan suatu kota.

Tren keempat, pengembangan kawasan yang inovatif diperkirakan mendongkrak pasar ruang perkantoran.

Menurut, JLL Premium Office Rent Tracker, perusahaan teknologi makin berperan besar dalam menentukan harga sewa perkantoran premium yang dulunya didominasi oleh perbankan dan industri jasa keuangan.

“Hal tersebut telah terjadi di kota-kota dengan tingkat inovasi yang tinggi, seperti Beijing, Tokyo, Seoul, Shanghai, Singapura, dan Osaka,” paparnya.

Crow mengatakan bahwa seperti halnya investor real estate, konsumen korporasi juga tertarik pada lokasi yang menawarkan inovasi ekosistem yang canggih.

Menurutnya, perkembangan teknologi turut membentuk pertumbuhan ekonomi suatu kota dan dapat menarik minat investor dan perusahaan.

Tren terakhir, ruang kerja fleksibel yang diperkirakan makin berkembang di kawasan Asia Pasifik.

JLL memprediksi ruang kerja fleksibel makin berkembang di kota-kota utama seperti Singapura, Tokyo dan Sydney, dimana permintaan terus tinggi dan ada lebih banyak ruang pertumbuhan untuk operator ruang kerja bersama dan penyedia kantor.

“Ruang kerja fleksibel di Asia Pasifik akan terus menarik perhatian para investor dan penyewa karena sektor ini mempertahankan tren pertumbuhannya yang kuat, pemilik tanah dan pengembang cenderung mempertahankan kemitraan mereka dengan operator ruang kerja bersama,” tandas Crow. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia PasifikAsia PropertyIndustri PropertyInvestasi PropertiJLLProperti Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.