• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Joe Biden Harus Tekan China Melalui Kesepakatan Dagang Fase Pertama

by Redaksi Asiatoday
December 18, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Biden Mulai Konsolidasi dengan Sekutu di Asia, Perkuat Tatanan Indo Pasifik

Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Robert Lighthizer menyerukan kepada Presiden AS terpilih, Joe Biden untuk terus menekan China agar tetap berpegang pada kesepakatan perdagangan Fase I dan menggunakan tarif sebagai pengaruh.

Namun, ia tidak menampik China sudah menjalankan sebagian dari kesepakatan.

“Beijing telah melakukan pekerjaan yang cukup baik dengan menerapkan bagian-bagian dari kesepakatan Fase I,” kata Lighthizer, dikutip dari CNBC International, Jumat (18/12/2020).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Beijing dan Washington telah menandatangani kesepakatan perdagangan Fase I  hampir setahun yang lalu setelah berbulan-bulan perang tarif.

Dalam kesepakatan, China berjanji untuk meningkatkan pembelian barang-barang pertanian, manufaktur AS, energi, dan jasa sebesar USD200 miliar di atas level 2017 selama dua tahun.

Menurut data Bea Cukai AS, perang tarif yang bergulir telah merugikan importir AS sebesar USD71,6 miliar sejak dimulai pada Juli 2018. Perang tarif yang digelorakan AS pada akhirnya memaksa perusahaan untuk memutus rantai pasokan, mengguncang pasar keuangan, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi jauh sebelum pandemi virus korona melanda.

“Saya akan menahan mereka (China) di Fase I,” kata Lighthizer ketika ditanya apa yang harus dilakukan Biden, yang dinyatakan sebagai pemenang Pilpres AS terkait sudah disepakatinya Fase I.

Hal itu ditekankan Lighthizer guna mendorong China untuk menjalankan semua kesepakatan yang sudah dicapai di antara kedua negara.

“Saya pikir di beberapa bagian mereka (China) telah melakukan pekerjaan yang cukup baik, tapi di bagian lain mereka belum melakukannya,” kata Lighthizer.

Menurut Lighthizer Beijing jauh tertinggal dalam komitmen pembelian seperti yang sudah disepakati meski sebagian karena pandemi.

Menurut Peterson Institute for International Economics, mulai Oktober pembelian barang dan jasa AS oleh Beijing masih sekitar setengah dari tingkat yang disyaratkan kesepakatan Fase I.

“Saya akan menggunakan proses penyelesaian sengketa untuk menyelesaikan masalah tertentu. Saya pasti akan menjaga tarifnya,” tandasnya. (ATN)

Tags: Perang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.