• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Joe Biden Undang Khusus Taiwan di KTT Demokrasi

by Redaksi Asiatoday
November 26, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KTT G-7, Biden akan Bahas Pandemi, Ekonomi dan Persaingan dengan China

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara khusus mengundang Taiwan untuk menghadiri “Summit for Democracy”.

KTT tersebut rencananya akan diselenggarakan secara virtual pada tanggal 9-10 Desember 2021.

Selain Taiwan, Joe Biden juga mengundang pemimpin pemerintahan dan perwakilan yang berasal lebih dari 100 negara dan kawasan untuk berdiskusi mengenai perlawanan terhadap otoritarianisme, korupsi, dan perlindungan hak asasi manusia.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Keikutsertaan Taiwan dalam pertemuan ini akan diwakili oleh Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Amerika Serikat (Taipei Economic and Cultural Representative Office), Hsiao Bi-khim, dan Menteri Tanpa Portofolio, Audrey Tang.

Keduanya akan menyampaikan keteguhan tekad Taiwan dalam melindungi demokrasi, serta memaparkan pengalaman dalam memperkuat pemerintahan melalui teknologi digital.

“Undangan tersebut merupakan sebuah pengakuan terhadap upaya jangka panjang Taiwan dalam mempromosikan kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia, serta terlihat melalui penyelenggaraan seminar dan workshop yang diselenggarakan di bawah Kerangka Kerja Sama dan Pembinaan Global (GCTF) Taiwan-AS sejak tahun 2015,” demikian siaran pers Kemlu Taiwan (MOFA) dikutip Jumat (26/11/2021).

Selain itu, tahun lalu Taiwan juga telah meluncurkan rencana aksi hak asasi manusia nasional (national human rights action plan), dan Rapat Konsultasi Taiwan-AS tentang Pemerintahan Demokratis Indo Pasifik yang diselenggarakan minggu lalu.
MOFA menjelaskan Taiwan berdiri di garis terdepan dalam menghadapi otoritarianisme.

Sebagai kekuatan untuk kebaikan dalam komunitas internasional, Taiwan berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara sehaluan dan organisasi masyarakat sipil di dalam dan di luar negeri dalam bidang-bidang terkait yang menjadi perhatian bersama.

Kemakmuran Ekonomi

Dialog Kemitraan untuk Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS ke-2 telah dilaksanakan pada tanggal 23 November kemarin, dan menyoroti komitmen negara-negara sehaluan untuk terus memperluas hubungan perdagangan dan investasi.

Pertemuan yang dilaksanakan secara virtual di Taipei dan Washington tersebut diikuti  oleh Menteri Perekonomian, Wang Mei-hua; Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Wu Tsung-tsong; dan Wakil Menteri Pertumbuhan Ekonomi, Energi dan Lingkungan AS, Jose W. Fernandez.

Tamu penting lainnya yang turut berpartisipasi dalam pertemuan kali ini adalah Wakil Menteri Luar Negeri, Yui Tah-ray; Wakil Menteri Perekonomian, Chen Chern-chyi; dan Direktur American Institute in Taiwan, Sandra Oudkirk.

Menurut informasi dari Kementerian Perekonomian (MOEA), dialog kali ini berfokus pada pembahasan kerja sama dan isu-isu yang mencakup intimidasi ekonomi, ekonomi digital dan 5G, keamanan jaringan, rantai pasokan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Taiwan dan Amerika Serikat sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam memastikan ketahanan rantai pasokan jangka panjang untuk mendorong pemulihan pasca pandemi, kemakmuran dan stabilitas, khususnya dalam bidang energi ramah lingkungan, layanan kesehatan publik, dan semikonduktor.

Selain itu, kedua belah pihak juga setuju untuk menyelenggarakan Forum Ekonomi Digital 2022, untuk membahas isu-isu seputar keamanan jaringan 5G, jaringan akses radio terbuka, arus informasi, serta penyelenggaraan pertemuan tatap muka di bidang iptek di bawah kerangka Perjanjian Kerja Sama Iptek Taiwan-AS. (ATN)

Tags: Indo PasifikJoe BidenSummit for Democracy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.