ASIATODAY.ID, TAIPEI – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara khusus mengundang Taiwan untuk menghadiri “Summit for Democracy”.
KTT tersebut rencananya akan diselenggarakan secara virtual pada tanggal 9-10 Desember 2021.
Selain Taiwan, Joe Biden juga mengundang pemimpin pemerintahan dan perwakilan yang berasal lebih dari 100 negara dan kawasan untuk berdiskusi mengenai perlawanan terhadap otoritarianisme, korupsi, dan perlindungan hak asasi manusia.
Keikutsertaan Taiwan dalam pertemuan ini akan diwakili oleh Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Amerika Serikat (Taipei Economic and Cultural Representative Office), Hsiao Bi-khim, dan Menteri Tanpa Portofolio, Audrey Tang.
Keduanya akan menyampaikan keteguhan tekad Taiwan dalam melindungi demokrasi, serta memaparkan pengalaman dalam memperkuat pemerintahan melalui teknologi digital.
“Undangan tersebut merupakan sebuah pengakuan terhadap upaya jangka panjang Taiwan dalam mempromosikan kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia, serta terlihat melalui penyelenggaraan seminar dan workshop yang diselenggarakan di bawah Kerangka Kerja Sama dan Pembinaan Global (GCTF) Taiwan-AS sejak tahun 2015,” demikian siaran pers Kemlu Taiwan (MOFA) dikutip Jumat (26/11/2021).
Selain itu, tahun lalu Taiwan juga telah meluncurkan rencana aksi hak asasi manusia nasional (national human rights action plan), dan Rapat Konsultasi Taiwan-AS tentang Pemerintahan Demokratis Indo Pasifik yang diselenggarakan minggu lalu.
MOFA menjelaskan Taiwan berdiri di garis terdepan dalam menghadapi otoritarianisme.
Sebagai kekuatan untuk kebaikan dalam komunitas internasional, Taiwan berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara sehaluan dan organisasi masyarakat sipil di dalam dan di luar negeri dalam bidang-bidang terkait yang menjadi perhatian bersama.
Kemakmuran Ekonomi
Dialog Kemitraan untuk Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS ke-2 telah dilaksanakan pada tanggal 23 November kemarin, dan menyoroti komitmen negara-negara sehaluan untuk terus memperluas hubungan perdagangan dan investasi.
Pertemuan yang dilaksanakan secara virtual di Taipei dan Washington tersebut diikuti oleh Menteri Perekonomian, Wang Mei-hua; Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Wu Tsung-tsong; dan Wakil Menteri Pertumbuhan Ekonomi, Energi dan Lingkungan AS, Jose W. Fernandez.
Tamu penting lainnya yang turut berpartisipasi dalam pertemuan kali ini adalah Wakil Menteri Luar Negeri, Yui Tah-ray; Wakil Menteri Perekonomian, Chen Chern-chyi; dan Direktur American Institute in Taiwan, Sandra Oudkirk.
Menurut informasi dari Kementerian Perekonomian (MOEA), dialog kali ini berfokus pada pembahasan kerja sama dan isu-isu yang mencakup intimidasi ekonomi, ekonomi digital dan 5G, keamanan jaringan, rantai pasokan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Taiwan dan Amerika Serikat sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam memastikan ketahanan rantai pasokan jangka panjang untuk mendorong pemulihan pasca pandemi, kemakmuran dan stabilitas, khususnya dalam bidang energi ramah lingkungan, layanan kesehatan publik, dan semikonduktor.
Selain itu, kedua belah pihak juga setuju untuk menyelenggarakan Forum Ekonomi Digital 2022, untuk membahas isu-isu seputar keamanan jaringan 5G, jaringan akses radio terbuka, arus informasi, serta penyelenggaraan pertemuan tatap muka di bidang iptek di bawah kerangka Perjanjian Kerja Sama Iptek Taiwan-AS. (ATN)
